‘Maja’ Manis dari Braja Harjosari Desa Penyangga TNWK

Lampung Timur (Netizenku.com): Sejarah mencatat Kerajaan Majapahit yang berdiri sekitar tahun 1293 hingga 1527 M pernah menguasai Nusantara pada masa kekuasaan Hayam Wuruk 1350-1389.

Kitab Pararaton yang disalin pada tahun 1522 Śaka (1600 M) di Bali mengabadikan peristiwa asal usul nama Majapahit. Konon, nama Majapahit berasal dari nama buah maja, yang dikenal dengan rasanya yang pahit.

Baca Juga  Merajut Sinergisitas Jaga Taman Nasional Way Kambas

Namun di Desa Braja Harjosari, Kecamatan Braja Selebah, Lampung Timur, sebuah desa penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK), buah ‘maja’ diolah menjadi sari buah yang memiliki rasa manis kemasam-masaman.

Buah maja yang dimaksud bukanlah buah maja yang dikenal dengan nama ilmiah Aegle marmelos tetapi buah berenuk yang memiliki nama ilmiah Cresecentia cujete.

Sepintas maja dan berenuk hampir mirip dari bentuk bulat dan warna kulit hijau, namun berbeda ukuran dan bentuk daun.

Baca Juga  Perangkat Desa Diminta Sosialisasikan Program Kesehatan

Jika dilihat fisiknya buah berenuk lebih besar dan daunnya tunggal, sementara buah maja fisiknya buahnya sedikit lebih kecil dan daunnya majemuk (bercabang tiga).

Nah, warga Desa Braja Harjosari masih menyebut buah maja sebagai buah berenuk, warga setempat menyebutnya buah bernung.