Mahasiswa Lampung Gelar Aksi Tolak Politik Uang

Eva Setiani

Kamis, 14 November 2024 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Netizenku.com, BANDAR LAMPUNG – Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Provinsi Lampung menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung, Selasa (14/11). Aksi ini bertujuan menyerukan penolakan terhadap praktik politik uang yang dinilai merusak demokrasi dan mencederai integritas Pilkada serentak 2024.

Salah satu tuntutan utama yang menjadi sorotan dalam aksi tersebut adalah desakan kepada Kapolda Lampung untuk membentuk Satgas Anti Politik Uang hingga tingkat desa. “Kami menuntut Kapolda Lampung untuk membuat langkah taktis dalam bentuk Satgas Anti Politik Uang. Pengawasan hingga tingkat desa sangat diperlukan untuk mencegah praktik politik uang yang sistematis,” tegas Alvin R.D, koordinator aksi dari Universitas Lampung.

Empat Rekomendasi Mahasiswa
Selain pembentukan Satgas, mahasiswa juga menyampaikan empat rekomendasi utama untuk memastikan integritas dan transparansi dalam Pilkada 2024:
1. Mendesak Kapolda Lampung untuk membuat langkah taktis dengan membentuk Satgas Anti Politik Uang hingga tingkat desa.
2. Mendesak Kajati Lampung untuk mengaudit seluruh aktivitas penyelenggara pemilu, mulai dari KPU hingga tingkat KPPS dan Bawaslu, guna memastikan tidak ada pelanggaran dalam penyelenggaraan Pilkada.
3. Mendesak Pj Gubernur Lampung untuk menghimbau seluruh jajaran ASN, baik di tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga desa, agar menjaga netralitas dalam Pilkada serentak 2024, serta memberikan sanksi tegas terhadap pelanggaran.
4. Mendesak Bawaslu Provinsi Lampung untuk melakukan pengawasan dan pencegahan sesuai dengan kode etik yang berlaku, agar pelanggaran dapat diminimalkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dukungan DPRD Lampung
Menanggapi aksi ini, Fauzi Heri, perwakilan DPRD Lampung, memberikan apresiasi atas semangat mahasiswa dalam menjaga demokrasi. “Kami mendukung penuh aspirasi mahasiswa ini. Tuntutan ini menunjukkan kesadaran yang tinggi terhadap demokrasi yang bersih. Kami akan menindaklanjuti aspirasi ini setelah masa reses selesai,” ujarnya.

Fauzi juga mengusulkan penggunaan teknologi seperti rapat daring untuk mempercepat komunikasi dan pengambilan keputusan terkait tuntutan mahasiswa. “Dengan pendekatan teknologi, kita dapat merespons tuntutan ini lebih cepat tanpa harus menunggu waktu lama,” tambahnya.

Rawan Politik Uang
Berdasarkan laporan Bawaslu RI, Lampung menempati peringkat kedua dalam Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) dengan skor 55,56. Sebanyak 19.805 dari total 25.825 TPS di provinsi ini masuk kategori rawan. Kondisi ini menjadi alasan mahasiswa mendesak langkah-langkah konkret dari semua pihak yang terlibat dalam Pilkada.

Harapan Mahasiswa
Mahasiswa berharap aksi ini dapat menjadi momentum untuk menciptakan Pilkada yang bersih dan demokratis. “Kami menunggu komitmen tegas dari pihak-pihak terkait dalam waktu 3×24 jam. Jika tidak ada respons nyata, kami akan terus melanjutkan aksi ini,” ucap Daffa, mahasiswa dari Politeknik Negeri Lampung.

Dengan sorotan pada pembentukan Satgas Anti Politik Uang dan empat rekomendasi strategis, mahasiswa optimis bahwa perubahan nyata dapat diwujudkan demi menjaga integritas Pilkada 2024.(*)

Berita Terkait

Skandal Setoran TPP Guru TK Tanggamus Terbongkar
Pemkab Lampung Selatan Tekankan Sinergi Pusat-Daerah di Hari Otda
Kementan Buka Program Pelatihan Petani Muda ke Jepang, Pemuda Lampung Berkesempatan Daftar
HPN 2026, Fatikhatul Khoiriyah: Pers Harus Berani Kawal Demokrasi
Pemkab Lamsel Raih UHC Award 2026 Kategori Pratama
Pemprov dan DPRD Lampung Soroti Kepesertaan 89 Ribu BPJS PBI 2026
Pemprov Lampung Perkuat Kendali Inflasi Jelang Ramadan 2026
Larangan Simbolik Petasan vs Perut Pedagang Kecil yang Berisik

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:56 WIB

Sepanjang 2026, Tubaba Catat 28 Kasus DBD Tanpa Kematian

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:49 WIB

Polres Pringsewu Gelar Rekonstruksi Kasus Penusukan Dua Pengunjung Biliar

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:26 WIB

Pemkab Pringsewu dan Ainet Gelar Nobar Piala Dunia 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:07 WIB

Kejari Pringsewu Tahan Dua Tersangka Korupsi Pendataan PBB-P2

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:28 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Penetrasi Pasar di Sukoharjo

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:23 WIB

Polisi Edukasi Bahaya Narkoba kepada Siswa Baru MTsN 2 Pringsewu

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:41 WIB

Kapolsek Gadingrejo Edukasi Siswa Baru Bijak Bermedia Sosial

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:39 WIB

Pringsewu Perkuat Reforma Agraria untuk Dorong Ekonomi Warga

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

BKAD Sebut Kenaikan Proyeksi APBD Tubaba Sesuai Mekanisme Pemerintah Pusat

Jumat, 17 Jul 2026 - 18:59 WIB

Pringsewu

Sepanjang 2026, Tubaba Catat 28 Kasus DBD Tanpa Kematian

Jumat, 17 Jul 2026 - 18:56 WIB

Tulang Bawang Barat

80.976 Warga Tubaba Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Jumat, 17 Jul 2026 - 18:52 WIB