Lampung Cetak Rekor Deflasi Pendidikan Dua Bulan Berturut, Apa Untung Ruginya?

Ilwadi Perkasa

Rabu, 1 Oktober 2025 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IHK dan Tingkat Inflasi Month to Month (m-to-m), Year to Date (y-to-d), dan Year
on Year (y-on-y) Provinsi Lampung Menurut Kelompok Pengeluaran (2022=100),
September 2025

IHK dan Tingkat Inflasi Month to Month (m-to-m), Year to Date (y-to-d), dan Year on Year (y-on-y) Provinsi Lampung Menurut Kelompok Pengeluaran (2022=100), September 2025

Lampung kembali mencetak anomali inflasi. Pada September 2025, inflasi tahunan terkendali di 1,17 persen. Sektor pendidikan kembali anjlok dengan deflasi tajam -18,20 persen, melanjutkan tren sejak Juli. Fenomena langka ini dipicu kebijakan penghapusan Uang Komite oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, yang meringankan beban masyarakat tetapi menyisakan pertanyaan besar soal keberlanjutan pembiayaan dan kualitas pendidikan di daerah.

Bandarlampung (Netizenku.com): Provinsi Lampung mencatat inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 1,17 % pada September 2025, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 108,51. Meski secara keseluruhan angka ini tergolong rendah dan relatif terkendali, perhatian justru tertuju pada sektor pendidikan yang kali ini kembali mencatat deflasi sebesar 18,20 % yoy. Fenomena deflasi di sektor pendidikan ini mengulang kejadian bulan sebelumnya ketika biaya sekolah menjadi salah satu pemicu pergerakan inflasi nasional.

Deflasi pendidikan di Lampung pada September menunjukkan bahwa rata-rata harga layanan sekolah dasar, menengah, dan komponen terkait) menurun dibanding tahun sebelumnya.

Ini kontras tajam dengan kelompok pengeluaran lain yang justru mengalami inflasi, seperti makanan, minuman, dan tembakau (5,02 %), rekreasi & budaya (5,71 %), serta perawatan pribadi (5,51 %).

Baca Juga  IJP FC Resmi Diluncurkan, Sekdaprov Lampung Siap Turun ke Lapangan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara nasional, pada Juli 2025 inflasi Indonesia tercatat naik 0,30 % secara bulanan dan 2,37 % secara tahuna, dan salah satu pendorongnya adalah kenaikan biaya sekolah.

Kebijakan sekolah dan tarif pendidikan memang sering menjadi variabel yang bergerak di musim tahun ajaran baru, sehingga deflasi pendidikan di Lampung bisa berkaitan dengan penyesuaian kebijakan atau besaran subsidi/insentif lokal.

Kontrasnya, inflasi nasional pada Agustus 2025 tercatat 2,31 % (yoy), sedikit menurun dari 2,37 % di Juli.

Penurunan nasional ini sejalan dengan data Lampung yang menunjukkan inflasi relatif terkendali, walau perbedaan antarkelompok belanja tetap terasa kuat.

Di Lampung, inflasi m-to-m (bulan ke bulan) September tercatat 0,16 %, sedangkan year-to-date (YTD) sebesar 0,07 %.

Deflasi pendidikan memberikan andil negatif signifikan terhadap inflasi umum, terutama dari subkelompok pendidikan dasar dan menengah.

Baca Juga  HGU SGC Dicabut, Triga Lampung, Negara Harus Pastikan Tak Ada Kelebihan Lahan

Dengan kondisi ini, muncul pertanyaan, apakah deflasi pada pendidikan mencerminkan kualitas penurunan tarif karena kebijakan publik (misalnya insentif atau subsidi biaya sekolah), atau merupakan sinyal melemahnya permintaan terhadap layanan pendidikan karena tekanan daya beli?

Jika konsumen (orang tua siswa) merasa beban hidup berat, mereka mungkin menunda pembelian buku, seragam, atau layanan tambahan pendidikan.

Tren ini juga berpotensi mempengaruhi ekspektasi inflasi lokal. Pemerintah daerah dan pengelola pendidikan harus menyikapi deflasi ini hati-hati. Sebab, di satu sisi, menurunkan beban biaya pendidikan penting untuk meringankan masyarakat, di sisi lain, jika terus terjadi tanpa kompensasi kualitas atau keberlanjutan pendanaan, bisa menekan operasional lembaga pendidikan.

Lebih dari jika, deflasi pendidikan akibat penyesuaian kebijakan, seperti penghapusan Uang Komite di era Gubernur Lampung Rahmat Mirzani yang ramai disambut gembira masyarakat sekaligus dapat pula membebani anggaran (ABPD).

Sebelumnya, media ini menuliskan, peristiwa deflasi pada kelompok pendidikan di Lampung adalah peristiwa langka. Pertama kali terjadi pada inflasi Agustus 2025 lalu di mana kelompok pendidikan mengalami deflasi sangat dalam hingga -15,10 persen. Indeks harga pendidikan turun dari 108,59 pada Agustus 2024 menjadi 92,19 pada Agustus 2025. Fenomena ini berlangsung di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.

Baca Juga  Siasat Gubernur Mirza Atasi Jalan Rusak Lampung, Fokus Daerah Padat dan Tambal Lubang

Hal ini dipicu kebijakan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal yang melakukan restrukturisasi biaya sekolah dengan menghapus Uang Komite. Langkah tersebut meringankan beban masyarakat sekaligus menurunkan indeks biaya pendidikan, sebuah kondisi yang jarang sekali terjadi dalam catatan statistik daerah.

Fenomena itui semakin menarik bila dibandingkan dengan kondisi nasional. Pada Agustus 2025, kelompok pendidikan justru mencatat inflasi yoy sebesar 1,43 persen. Tiga subkelompok mengalami kenaikan, dengan inflasi tertinggi pada pendidikan lainnya sebesar 3,06 persen, sementara hanya pendidikan menengah yang mengalami deflasi tipis sebesar -0,40 persen. Artinya, ketika secara nasional biaya pendidikan meningkat, Lampung justru melawan arus dengan deflasi yang dalam dua bulan berturut-turut.***

Berita Terkait

DPW PKB Lampung Gelar Bukber Perdana, Luncurkan Lamban Zakat
Pemprov Lampung Percepat Integrasi Lampung In, Fokus SAIBARA dan SP4N LAPOR
Komisi V DPRD Lampung, MBG Ramadan Tetap Aman dan Terpantau
Pemprov Lampung Perkuat Sinergi TNI-Polri Lewat NPHD
Pemprov Lampung Tuntaskan Tunda Bayar 2025 Lebih Cepat
FLL Ajak Penggiat Perkuat Kolaborasi Literasi
Lewat Mini Soccer, Pemprov Lampung dan Jurnalis Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah
DPRD Lampung Dukung Transformasi Taksi Listrik

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:03 WIB

Bupati Pringsewu Paparkan Capaian Satu Tahun Kepemimpinan pada Buka Bersama Insan Pers

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:55 WIB

Berkas Lengkap, Tersangka Jambret Di pringsewu Dilimpahkan Polisi ke JPU

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:54 WIB

Pemkab Pringsewu dan BAPANAS Gelar Rakor Satgas Saber Harga

Senin, 2 Februari 2026 - 19:49 WIB

Polres Pringsewu Hadirkan Layanan SKCK di MPP

Senin, 2 Februari 2026 - 19:48 WIB

Pemkab Pringsewu Hadiri Rakornas Sinergi Pusat dan Daerah 2026 di Bogor

Minggu, 1 Februari 2026 - 19:46 WIB

SPBU Pertama di Jalur Pringsewu–Bandara Radin Inten II Resmi Beroperasi

Minggu, 1 Februari 2026 - 19:44 WIB

Guru SD Terlibat Jaringan Sabu, Kapolres Pringsewu: Ancaman Sosial Serius

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:21 WIB

Riyanto Pamungkas: Kebudayaan Fondasi Pembangunan Pringsewu

Berita Terbaru

Lampung

DPW PKB Lampung Gelar Bukber Perdana, Luncurkan Lamban Zakat

Minggu, 22 Feb 2026 - 22:34 WIB

Petugas menunjukkan barang bukti senjata api dalam rilis kasus perampokan Rp800 juta di Mapolres Tubaba, Jumat (20/2/2026). Foto: Arie/NK.

Tulang Bawang Barat

Polisi Ungkap Dua Pelaku Perampokan di Tiyuh Daya Asri Masih Diburu

Sabtu, 21 Feb 2026 - 07:43 WIB

Tiga pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) uang Rp800 juta di Tiyuh Daya Asri, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang Barat, Jumat (20/2/2026).  Foto: Arie/NK.

Tulang Bawang Barat

Polres Tubaba Tangkap Tiga Perampok di Tiyuh Daya Asri

Jumat, 20 Feb 2026 - 18:43 WIB