oleh

Kontainer Tak Fungsi, Masyarakat Pesawaran Lebih \’Demen\’ Buang Sampah Sembarangan

Pesawaran (Netizenku.com): Soal menumpuknya sampah di Pesawaran, akibat kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, yang berdampak pada tersumbatnya selokan yang mengakibatkan banjir saat musim penghujan.

Hal ini dikatakan Kabid Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pesawaran, Abu Chalipah (11/4).

\”Terkait masalah sampah di Pesawaran, akibat kurangnya kesadaran masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Mereka (warga) masih suka membuat sampah semaunya,\” kata dia.

Baca Juga  Mantapkan Daftar Pemilih, KPU Pesawaran Gelar Bimtek

Untuk meminimalisir penumpukan sampah tersebut, kata dia, pihaknya padahal telah menyiapkan beberapa kontainer-kontainer tempat penampungan sampah untuk memudahkan masyarakat membuang sampah.

\”Seperti yang terjadi di Desa Wiyono, mereka masih membuang sampah di pinggir jalan utama (Jalan Ahmad Yani). Padahal, tempat sampah sudah kita siapkan, tapi mereka tetap tak mau buang di situ, makanya kontainer yang telah kita siapkan itu kita tarik kembali,\” ungkapnya.

Baca Juga  Masyarakat Adukan Proyek Asalan, Komisi III Pesawaran Gerah

Bahkan, kata dia, pihaknya juga telah mencoba melakukan MoU dengan pihak desa maupun perusahaan terkait masalah sampah tersebut. \”Terkait masalah sampah ini juga kita juga sudah koordinasi dengan pamong setempat dan pihak perusahaan, tapi tidak ada tindaklanjutnya dan juga mengenai MoU saat ini masih terkendala dengan minimnya jumlah kontainer yang tersedia,\” jelas Abu.

Untuk itu, lanjut Abu, untuk mengakomodir semua sampah yang ada, Dinas Lingkungan Hidup akan mengajukan kembali tambahan kontainer tempat penampungan sampah pada tahun 2019.

Baca Juga  Eriawan Akui Pelaksanaan APBD 2018 Belum Menyentuh Masyarakat

\”Ini kita lakukan selain untuk meningkatkan kebersihan juga untuk meningkatkan PAD. Saat ini yang tersedia hanya 12 kontainer yang ditempatkan di pemda, DPRD, Islamic Center, Ketapang Bantumenyan dan Sogut. Sedangkan, yang dua itu gak bisa terpakai karena rusak. Paling tidak untuk mengakomodir semua itu, minimal 3 desa 1 kontainer baru mencukupi,\” ungkapnya. (Soheh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *