Kepala Tiyuh Karta Raharja Bantah Minta Uang Damai

Redaksi

Selasa, 10 April 2018 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Edi Zulkarnaen menghimbau seluruh insan pers yang bertugas di wilayah setempat, khususnya yang tergabung dalam lembaga kewartawanan yang ia pimpin, agar menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional dengan bepedoman pada undang-undang, dan selalu menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.

\”Kita baru menerima kedatangan Kepala Tiyuh Karta Raharja, Rudiyanto yang melaporkan keberatannya atas pemberitaan salah satu media online yang telah merugikannya, karena menurutnya dia tidak pernah membuat pernyataan sebagaimana dimuat dalam berita online tersebut. Yang jelas, laporan dari kepala tiyuh ini akan kita akomodir dan selanjutnya kami juga akan berkomunikasi kepada wartawan media tersebut dalam rangka mengklarifikasi laporan kepalo tiyuh ini, dan kepalo juga mengklarifikasi ke media bersangkutan,\” ungkapnya kepada awak media usai menerima kedatangan Kepala Tiyuh Karta Raharja Rudiyanto, SE, di Kantor Sekretariat PWI Tubaba, Selasa (10/4).

Menurutnya, dalam menjalankan tugas dan fungsinya, insan pers (wartawan) harus berpedoman pada Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, agar karya jurnalistik dalam bentuk berita dapat tersaji secara aktual, sesuai fakta, berimbang, dan akuntabel. \”Saya mengimbau teman-teman (insan pers) dalam hal pemberitaan harus sesuai dengan fakta dan tentunya tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah. Tidak hanya kepada rekan-rekan yang tergabung dalam kepengurusan PWI Tubaba, tapi semua yang bertugas di Kabupaten Tubaba saya harapkan juga seperti itu, termasuk saya,\” pintanya.

Sementara, Rudiyanto, dalam pertemuannya dengan pengurus PWI, pihaknya menyangkal adanya uang perdamaian senilai Rp50 juta atas kasus dugaan perselingkuhan antara MY (52) dan SS (49) warga tiyuh setempat pada Sabtu (7/8) sekitar pukul 15.00 Wib lalu

\”Tidak ada keputusan berkaitan dengan uang damai sebesar Rp50 juta sebagaimana yang telah diberitakan oleh salah satu media online,\” tegasnya.

Rudiyanto mengatakan, selang satu hari setelah kejadian, kedua belah pihak telah berdamai melalui musyawarah tiyuh di ruang rapat kepalo tiyuh yang mana kedua keluarga membuat surat kesepakatan bersama antara MY (52) dan PN (55) yang merupakan suami SS. Kedua keluarga besar, lanjut dia,  bersepakat menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan melalui musyawarah Tiyuh (Desa) setempat  yang dilakukan pada Minggu 8 April 2018 lalu.

Baca Juga  Umar Ahmad minta TPS 3 R Dikelola Maksimal

\”Sebelumnya, MY dan SS kami titipkan di Mapolsek Tulangbawang Udik untuk di amankan dari kemarahan ratusan warga Tiyuh Karta Raharja,\” terangnya.

Rudi menambahkan, dalam musyawarah tiyuh tersebut hanya terdapat beberapa poin penting  yang telah disepakati yaitu, Kedua Belah Pihak bersedia menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan serta sepakat saling memaafkan.

\”Poin kedua dan ketiga yaitu kedua belah pihak berjanji tidak akan saling mendendam serta MY mengembalikan Saudari SS Kepada Pihak Kedua, poin kelima pihak kesatu tidak akan mengulangi, poin keenam pihak kesatu bersedia memberikan kompensasi biaya bersih desa dan biaya bangun nikah, dan poin ketujuh kedua belah pihak tidak akan saling menuntut,\” terangnya.

Terkait biaya bersih desa, lanjut dia, hal itu nantinya tergantung hasil musyawarah ditingkat lingkungan apa yang akan dibangunkan untuk membersihkan nama tiyuh seperti bangun gorong-gorong atau bangun pos ronda yang rapnya digarap bersama-sama disesuaikan kemampuan pihak kesatu sehingga tidak ada oknum yang diuntungkan atas kesepakatan ini, sementara biaya bangun nikah ini nantinya tergantung kesepakatan kedua belah pihak ketika akan menggelar acara tersebut.

Baca Juga  Tiyuh Sidomakmur Bagikan BLT Krpada 31 KPM

\”Intinya, kedua belah pihak sepakat tidak akan saling menuntut secara hukum setelah diselesaikan secara kekeluargaan,\” ucapnya.

Sementara, Rudi menyayangkan atas pemberitaan yang dimuat salah satu media online yang telah memberitakan adanya uang damai senilai Rp 50 juta. \”Karena saya merasa dirugikan atas pemberitaan itu, terutama dari segi moral yang membuat nama baik saya secara pribadi dan tiyuh dicap buruk, apalagi telah beredar di sosial media. Untuk itu, saya memberikan hak jawab saya atau klarifikasi saya melalui PWI Tubaba yang saya anggap sebagai wadah Persatuan Wartawan Indonesia yang profesional dan dilindungi Dewan Pers,\” pungkasnya.(Arie)

Berita Terkait

Firsada Sampaikan Raperda Pertanggungjwaban APBD 2023 dan RPJPD 2025-2045
Kaum Muda Deklarasikan Diri Dukung Pasangan NONA Maju Pilkada Tubaba
Kantongi Restu Umar Ahmad, NONA (NOvriwan-NAdirsyah) Solid Maju Pilkada Tubaba
Firsada Sampaikan Poin Gerak Cepat Penanganan dan Pemberantasan Korupsi
Tubaba Apresiasi Komitmen BRI Dukung Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Pj Bupati Tubaba Buka Gebyar PAUD Tahun 2024
Pj Bupati Tubaba Ajak Semua Pihak Sinergi Cegah Stunting
Pemkab Tubaba-Ombudsman Teken MoU Tentang Pelayanan Publik

Berita Terkait

Jumat, 14 Juni 2024 - 17:04 WIB

Tantangan dan Kendala Penanganan TBC di Lampung

Jumat, 14 Juni 2024 - 14:07 WIB

IKM Lampung Didorong Kantongi Sertifikat TKDN-IK

Kamis, 13 Juni 2024 - 20:45 WIB

PLN Cek kWh Meter Pelanggan untuk Cegah Bahaya Kebakaran

Kamis, 13 Juni 2024 - 15:18 WIB

Program Vokasi Tingkatkan Kualitas Lulusan SMK di Lampung

Kamis, 13 Juni 2024 - 15:15 WIB

Diskeswan Tingkatkan Upaya Pencegahan Penyakit Zoonosis pada Hewan Kurban

Kamis, 13 Juni 2024 - 15:12 WIB

PPPA Himbau Masyarakat Berani Lapor Ketika Menjadi Korban Kekerasan

Kamis, 13 Juni 2024 - 14:06 WIB

Pemprov Bakal Evaluasi PRL 2024

Kamis, 13 Juni 2024 - 13:05 WIB

PLH Gubernur Lampung Pimpin Rapat Perdana, Tekankan Keberlanjutan Program Kerja

Berita Terbaru