Kementan Siap Wujudkan Lampung sebagai Lokomotif Pertanian Indonesia

Redaksi

Jumat, 10 Juli 2020 - 21:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Inspektur Jenderal (Irjen) Kementan Sumardjo Gatot Irianto siap memenuhi kebutuhan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi untuk mewujudkan Lampung sebagai Lokomotif Pertanian Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Irjen Kementan Sumardjo Gatot Irianto saat Rapat Evaluasi Program Kementerian Pertanian RI di Provinsi Lampung di Swiss Belhotel, Kamis (9/7) malam.

\”Apa aja yang diminta kita penuhi, beliau (Gubernur,red) minta sekarang kita kasih kemarin. Pokoknya yang diminta Lampung kita penuhi,\” ujar Sumardjo.

Baca Juga  Gubernur Lampung, SDM Kunci Kemajuan Lampung

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dukungan ini juga dibuktikan dengan dilakukannya penandatanganan kerjasama penyaluran KUR tani dan penyaluran Kartu Petani Berjaya (KPB) antara BNI dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota terkait.

\”Seperti malam ini kita padukan KUR dengan KPB langsung kita saksikan penandatanganannya bersama Kabupaten/Kota,\” katanya.

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyampaikan demi mewujudkan Lampung sebagai Lokomotif Pertanian Indonesia, dibutuhkan dukungan dari seluruh Kabupaten/Kota.

Baca Juga  Gubernur Lampung Dorong POC dan Hilirisasi Demi Tingkatkan Kesejahteraan Petani

\”Lokomotif itu ada pada kalian semua para Kepala Dinas lingkup pertanian, bagaimana kita bisa membuktikan lokomotif pertanian itu. Lampung tidak ada alasan tidak maju disektor pertanian, tidak ada komoditi di Lampung yang tidak nasional,\” ujar Gubernur Arinal.

Arinal menyebutkan Kabupaten/Kota juga harus ikut turut serta dalam mensukseskan program KPB.

\”Karena KPB inilah yang bisa memberikan solusi. Sehingga tidak ada lagi petani ketika dia tanam benihnya tidak ada, tidak ada lagi pupuknya terlambat dan tidak ada lagi produksinya bagus tetapi harganya rendah,\” katanya. (rls)

Baca Juga  DPRD Lampung Minta Kendala Teknis Sekolah Rakyat Segera Diselesaikan

Berita Terkait

Wagub Lampung Buka KPDK Pramuka Lampung 2026
Pemprov Lampung Perkuat Vokasi untuk Kerja Global
Jihan Pantau Implementasi Lampung-In 2.0
Wulan Mirza Lantik Pengurus PMI Lampung Selatan 2026-2031, Tekankan Respons Bencana Maksimal Enam Jam
DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD Lampung 2025
Pemprov Lampung Ajukan Perubahan KUA-PPAS 2026 dan Rancangan APBD 2027
Gubernur Lampung Dukung Lampung Financial Festival 2026
Kostiana, Ingatkan Bapenda Optimalkan Seluruh Potensi PAD

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:27 WIB

Wagub Lampung Buka KPDK Pramuka Lampung 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:23 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Vokasi untuk Kerja Global

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:21 WIB

Jihan Pantau Implementasi Lampung-In 2.0

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:18 WIB

Wulan Mirza Lantik Pengurus PMI Lampung Selatan 2026-2031, Tekankan Respons Bencana Maksimal Enam Jam

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:15 WIB

DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD Lampung 2025

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:10 WIB

Gubernur Lampung Dukung Lampung Financial Festival 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:16 WIB

Kostiana, Ingatkan Bapenda Optimalkan Seluruh Potensi PAD

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:50 WIB

Potensi PAP Rp23,6 Miliar Belum Tergarap, Komisi III Minta Bapenda Optimalkan PAD

Berita Terbaru

Lampung

Wagub Lampung Buka KPDK Pramuka Lampung 2026

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:27 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Perkuat Vokasi untuk Kerja Global

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:23 WIB

Lampung

Jihan Pantau Implementasi Lampung-In 2.0

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:21 WIB

Lampung

DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD Lampung 2025

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:15 WIB