Bandarlampung (Netizenku.com): Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, Taufiqullah, menepis tudingan Rosim Nyerupa yang menuduh dana Instruksi Presiden (Inpres) tahun 2024 akan digunakan untuk membangun daerah asal gubernur dan kepala dinas.
Tudingan tersebut dianggap tidak berdasar dan dapat menimbulkan perpecahan antardaerah.
“Pernyataannya tersebut tidak berdasar,” jelas Taufiqullah saat ditemui di Kantor Dinas BMBK, Bandarlampung, Senin (6/5)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga dibuat heran dengan tudingan Rosim Nyerupa lantaran dana Inpres tahun 2024 untuk Provinsi Sai Bumi Ruwa Jurai belum terealisasi. Pengajuan dana Inpres baru ditandatangani oleh Gubernur Arinal pada (27/12/2023) dan masih dalam proses usulan.
Bahkan, terang dia, nilai anggaran Inpres yang disepakati oleh pusat untuk Provinsi Lampung belum diketahui oleh Taufiqullah.
“Saya aja kaget kok dia bisa bicara begitu, apa dia tau dari pusat. Kalau tidak percaya tanyakan saja ke Ibu Susan selalu Kepala BPJN,” terangnya.
Pemerintah pusat pun, urai dia, belum tentu menyetujui seluruh usulan yang telah diajukan pihaknya.
Namun mereka, sambung Taufiq, mempertimbangkan potensi nilai ekonomi ketika dana Inpres tersebut dikucurkan pada ruas jalan di wilayah yang telah diajukan.
“Itu ada perhitungannya dari pusat. Jalan di ruas Bandar Jaya-Mandala pun kami ajakan pada nomor 5. Kok bisa dia menganggap malah dialihkan,” urai dia.
Pada dasarnya, imbuhnya, ia menginginkan semua daerah yang ada di Provinsi Sai Bumi Ruwa Jurai memiliki jalan yang bagus.
Lantaran hal tersebut dapat mendompleng nilai ekonomi pada daerah Lampung. Namun, terangnya, keterbatasan anggaran membuat pihaknya memprioritaskan daerah yang memiliki potensi nilai ekonomi terlebih dahulu.
“Jadi jangan tuduh BMBK tidur, kami pikirkan, hanya saja karena keterbatasan anggaran jadi Kita prioritaskan daerah yang memiliki potensi ekonomi tinggi. Seperti jalan-jalan di pasar maupun tempat wisata,” kata Taufiq.

Menurutnya pernyataan Rosim Nyerupa dapat menyebabkan perpecahan antardaerah lantaran menggiring opini yang tidak benar.
Apalagi, sambung dia, ia juga menuduh anggaran Inpres dialihkan untuk membangun jalan di Kabupaten Way Kanan yang merupakan daerah Gubernur Arinal dan dialihkan pula ke kampungnya.
“Bagaimana jika warga Way Kanan melihat? Apa tidak sakit mereka nanti? Padahal anggaran Inpres yang diajukan pun masih dalam proses usulan,” tutupnya.
Sebelumnya, ramai di media sosial Instagram yang dipublikasi di Instagram Dilampung, pria bernama Rosim Nyerupa menuduh anggaran perbaikan jalan Bandar Jaya-Mandala digeser untuk perbaikan jalan yang wilayah lain.
Rosim Nyerupa menuding anggaran Inpres tahun 2024 dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Membangun infrastruktur jalan di Kabupaten Way Kanan yang merupakan kampung Gubernur Arinal dan dialihkan pula di Kabupaten Tanggamus yang merupakan kediaman Kepala BMBK Provinsi Lampung, Taufiqullah. (Luki)








