Kades Taman Sari Imbau Pendemo PTPN VII Way Berulu Tidak Terprovokasi

Redaksi

Senin, 3 Juli 2023 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran (Netizenku.com): Kepala Desa Taman Sari, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Fabian Jaya, berharap kepada para pendemo dan masyarakatnya terutama yang bekerja di perusahaan PTPN VII Way Berulu agar tidak terpengaruh oleh provokator yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Tetap ciptakan suasana yang kondusif sehingga tidak menimbulkan permasalahan yang segaja diciptakan, segaja mengadu domba masyarakat dan para pekerja.

“Kita jangan mudah terprovokasi dengan ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Tetap ciptakan suasana yang kondusif, terus berjuang,” kata Fabian, Senin (3/7/2023).

Fabian meminta pihak PTPN VII dapat segera menunjukan bukti -bukti surat yang dapat menunjukkan bahwa lokasi Tanjung Kemala dan sekitarnya memiliki surat sertifikat HGU, dan meminta pihak BPN dapat melakukan pengukuran pengembalian batas yang sebenarnya agar permasalahan ini tidak berlarut-larut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya berharap agar pihak PTPN VII Way Berulu dapat menunjukan bukti-bukti sertifikat HGU pengelolaan tanah Tanjung Kemala, itu pun kalau mereka ada, dan saya selaku Kepala Desa Taman Sari agar ada ketegasan pihak BPN kabupaten atau pun BPN provinsi untuk dapat tegas dan hadir sebagai solusi dalam permasalahan ini, sehingga permasalahan ini ada penyelesaiannya,” minta Fabian.

Baca Juga  Warga Bernung Keluhkan Bau Limbah Dapur MBG Dekat Permukiman dan Musala

Sementara itu terkait isu adanya dampak berkurangnya penghasilan para pekerja karyawan deres yang sempat dilontarkan oleh Forum Komunikasi Putera Puteri Indonesia Bersatu (FKPPIB) lantaran aksi demo masa, yang dilakukan masyarakat taman sari dan sekitarnya dibantahnya.

“Pernyataan itu saya rasa tidak benar, karena menurut saya bahwa lokasi Tanjung Kemala yang sementara ini diklaim oleh masyarakat tidak memiliki surat sertifikat HGU alias bodong dengan luas 329 hektar tersebut merupakan lahan produktif yang disadap oleh pihak karyawan PTPN VII Way Berulu bukan oleh pekerja harian lepas atau tenaga borong. Disinikan sudah jelas jika pekerjanya saja pihak karyawan apa yang dirugikan, dari pihak masyarakat toh mereka digaji bulanan bukan harian atau borong, apa lagi luasan PTPN VII Way Berulu kan luas kalau karyawan tersebut
tidak dapat dipekerjakan di areal Tanjung Kemalakan bisa dipekerjaan di apedeling lain, sehingga mereka tetap bisa bekerja,” ungkap Fabian.

Baca Juga  Warga Bernung Keluhkan Bau Limbah Dapur MBG Dekat Permukiman dan Musala

Bantahan yang sama juga dikatakan beberapa pekerja penderes diperkebunan karet milik PTPN VII Wayberulu tersebut, menurutnya bahwa lahan yang diklaim masyarakat seluas 329 hektar tersebut merupakan lahan produktif yang disadap atau dideres oleh karyawan PTPN bukan pekerja harian, atau pun borong sehingga tidak berdampak pada pekerja sadap atau deres harian apa lagi pekerja borong.

“Jujur mas kalau kami sebagai karyawan deres atau sadap tidak sama sekali berpengaruh atas kegiatan demo yang dilakukan masyarakat taman sari dan sekitarnya, karena kalau kami kerja tidak kerja tetap dibayar oleh pihak PTPN VII Way Berulu,” ucapnya.

Baca Juga  Warga Bernung Keluhkan Bau Limbah Dapur MBG Dekat Permukiman dan Musala

Hal senada juga diutarakan salah seorang karyawan PTPN VII yang bertugas melakukan penderesan di areal Tanjung Kemala, dirinya mengaku, justru pihaknya bersama karyawan yang lain sangat berterima kasih kepada para pendemo, karena dengan adanya gerakan aksi yang dilakukan masyarakat tersebut berimbas positif terhadap para karyawan.

“Alhamdulilah dampak dari aksi tersebut kami mendapatkan bantuan serta santunan dari pihak PTPN yang selama ini kami sebagai pekerja tidak pernah mendapatkan apa-apa. Jadi kami selaku pekerja sangat berterima kasih sekali, karena gara-gara demo ini pihak PTPN VII Way Berulu memberikan bantuan kepada kami, padahal sebelumnya bantuan tersebut tidak ada sama sekali, bayangkan ketika masa trek, kami harus libur kerja berbulan-bulan tetapi tidak ada perhatian dari pihak PTPN VII, sekarang kami tidak bekerja beberapa hari saja pihak PTPN memberi bantuan kepada kami,” ungkapnya. (Soheh/Len)

Berita Terkait

Warga Bernung Keluhkan Bau Limbah Dapur MBG Dekat Permukiman dan Musala
Pemkab Pesawaran Gelar FGD Penyusunan ADEM
Tekan Stunting, Pemkab Pesawaran Sosialisasikan Perencanaan Keluarga
Rakor Kades, Bupati Pesawaran Tekankan Respons Cepat dan Optimalisasi PBB
Ground Breaking Jalan Pesisir Pesawaran Dimulai, Akses Wisata Ditargetkan Lebih Lancar
BPS Pesawaran Canangkan Desa Cantik 2026
Bimtek Posyandu di Pesawaran, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan
Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup III IPSI Pesawaran Resmi Ditutup

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:39 WIB

HUT ke-344 Kota Bandar Lampung, Pemuda Panca Marga Raih Penghargaan di Momen Menuju Indonesia Emas

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:53 WIB

Sidang Paripurna HUT Bandar Lampung Diwarnai Aksi Molor Anggota Dewan

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:12 WIB

HUT Bandar Lampung ke-344, Wali Kota Eva Dwiana Minta Pemuda Lanjutkan Perjuangan Pahlawan

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:04 WIB

Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas

Selasa, 28 April 2026 - 18:08 WIB

Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung

Jumat, 24 April 2026 - 19:40 WIB

Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS

Selasa, 21 April 2026 - 13:20 WIB

3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

Senin, 22 Desember 2025 - 14:24 WIB

Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab

Berita Terbaru

Pringsewu

Kemendagri Dukung Pengembangan Mocaf di Pringsewu

Rabu, 17 Jun 2026 - 23:37 WIB