oleh

Jembatan Layang Sultan Agung \’Cantik\’ Simbol Semangat Kerja

Bandarlampung (Netizenku.com): Jembatan layang (fly over) Jalan Sultan Agung di Kecamatan Way Halim diresmikan Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana, Rabu (7/4).

Pembangunan jembatan layang sepanjang 262 meter dengan lebar 10 meter ini dimulai sejak 4 Mei 2020 dengan menghabiskan anggaran Rp34.642.722.100 yang bersumber dari APBD Kota Bandarlampung Tahun Anggaran 2020.

Pembangunan jembatan layang dengan konstruksi beton bertulang dilaksanakan PT Adiguna Anugerah Abadi dan dipercantik dengan lampu hias dan lukisan mural oleh Komunitas Kuas Lampung beranggotakan 43 orang.

Baca Juga  Warga Bandarlampung Diimbau Manfaatkan Layanan Online Kependudukan

Lukisan mural bergaya pop art dengan motif kembang, penari Sigeh Pengunten dan corak Tapis Lampung didominasi warna-warna cerah di sepanjang jembatan layang dan tiang pancang, menjadi simbol semangat bekerja di masa pandemi Covid-19.

\”Harapannya masyarakat tetap berbahagia, bersemangat dalam bekerja, bergairah, dan selalu ceria di masa pandemik,\” kata Kepala Dinas PU Kota Bandarlampung, Iwan Gunawan, di lokasi peresmian.

Baca Juga  Kapolda Apresiasi Siswa-Siswi SMA TN 30 Lampung

Jembatan layang Sultan Agung menjadi upaya promosi investasi dan kepariwisataan serta meningkatkan derajat perekonomian masyarakat dengan mengurai kemacetan arus lalu lintas.

Pembangunan jembatan layang Sultan Agung merupakan prioritas karena merupakan akses utama menuju jalan nasional, Jalan By Pass Soekarno-Hatta dan Gerbang Jalan Tol Trans Sumatera di Sukarame.

\”Meningkatkan pelayanan Pemkot Bandarlampung kepada masyarakat khususnya di bidang Bina Marga agar terhindar dari kemacetan pada simpang rel kereta api,\” ujar Iwan.

Baca Juga  Herman HN Tegur PD Indonesia-Tionghoa Tak Patuh Prokes Covid-19

Pembangunan Jembatan Layang Sultan Agung berdasarkan Perda Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pengesahan APBD Tahun Anggaran 2020, Perwali Nomor 57 Tahun 2019 tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2020.

\”Pembangunan melalui tahapan visibility study atau studi kelayakan dan kajian akademis yang mendalam serta proses perencanaan atau detail enginering design yang luas dan terukur,\” pungkas dia. (Josua)

Baca Juga: Jembatan Layang Sultan Agung Diresmikan, dari Rakyat Kembali ke Rakyat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *