Jelang Idul Adha Dinas Pertanian Balam Periksa Kesehatan Hewan

Redaksi

Minggu, 18 Desember 2022 - 03:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Pemerintah Kota Bandarlampung melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban di lapak-lapak penjualan hewan di kota setempat menjelang Idul Adha 10 Juli 2022.

 

“Kami menurunkan tiga tim guna melakukan pengecekan hewan kurban di lapak-lapak penjualan hewan yang tersebar di kota ini,” kata Kepala Dinas Pertanian, Agustini, Rabu (6/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ia mengatakan bahwa pengecekan hewan kurban tersebut guna memastikan sapi dan kambing yang dijual di kota ini sehat, terhindar dari penyakit mulut dan kuku (PMK), dan layak dijual untuk dijadikan hewan kurban.

Baca Juga  LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi

 

“Tadi kami menemukan satu sapi dan kambing yang panasnya tinggi, tapi setelah diperiksa gejala PMK belum ditemui, namun sudah diminta untuk dipisahkan,” kata dia.

 

Ia pun menyatakan bahwa sejauh ini PMK belum ditemui di Bandarlampung meskipun hewan-hewan ternak baik yang berada di lapak-lapak musiman maupun pedagang tetap berasal dari kabupaten/kota di Lampung.

 

“Ini yang di lapak-lapak hewan kurban rata-rata aman dari PMK karena memang ternak ini telah datang satu bulan lalu dan mereka rata-rata lapor ke kami,” kata dia.

Baca Juga  Antisipasi Banjir BPBD Perbaiki Drainase di Teluk Betung Selatan

 

Dia pun mengungkapkan bahwa lapak-lapak hewan kurban musiman di Bandarlampung tercatat sebanyak 80 lokasi yang tersebar di 20 kecamatan. Hal tersebut menurun apabila dibandingkan tahun lalu yang mencapai seratusan lapak musiman.

 

“Bisa jadi PMK ini mempengaruhi berkurangnya lapak-lapak hewan kurban musiman di sini karena kan pasokan hewan juga sedikit sulit sekarang. Kalau yang sudah ada saat ini rata-rata mereka telah memasok dari satu bulan lalu,” kata dia.

Baca Juga  Biawak di Jendela, Sanca Bersembunyi di Bawah Meja

 

Terkait vaksinasi PMK, Kadis Pertanian tersebut mengatakan bahwa pihaknya masih terus melakukannya hingga kini.

 

“Kami diberi 300 dosis vaksin dan saat ini sudah hampir 200 dosis disuntikan ke hewan ternak. Fokusnya pemberian vaksin PMK bukan ke hewan ternak yang akan dijual untuk kurban karena 6 bulan ke depan akan diberi dosis ke dua,” pungkasnya. (Luki)

 

Berita Terkait

Gerak Jalan Beregu Pramuka Bandar Lampung Dorong Semangat Kebersamaan
APBD Perubahan Bandar Lampung Disepakati, Pemkot Kejar Realisasi Program dalam Tiga Bulan
Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kemarau
PPM Bandarlampung Gandeng Kodim 0410/KBL Gelar LKBB Tingkat SMP
Bunda Eva Siapkan 5 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan, Tahun Depan Tambah 50 Titik
LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi
HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda
Eva Dwiana jadi inspektur upacara HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Manajer Minisocer PWI Lampung Dorong Tim Perkuat Fisik dan Mental Jelang Porwanas

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:55 WIB

RSUDAM Pastikan Pembayaran Remunerasi Pegawai Sesuai Verifikasi

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Pemprov Lampung Perkuat SDM Desa Lewat Program Satu Desa Satu Sarjana dan Hafiz Quran

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Putra Jaya Umar Dorong Penindakan Tegas Jaringan Narkoba yang Libatkan Anak

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Cegah Rabies, Petugas Jemput Bola Vaksinasi Hewan Peliharaan di Lampung Selatan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Sampah Organik Lampung Dibidik Jadi Pupuk, Dorong Ekonomi Pertanian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol MTI Resmi Dikukuhkan di Lampung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:21 WIB

RSUDAM Siapkan Fertility Center, Perkuat Layanan Kesehatan Reproduksi

Berita Terbaru

Pringsewu

Bupati Pringsewu Ajukan R-APBD 2027 Senilai Rp1,138 Triliun

Senin, 5 Okt 2026 - 18:09 WIB