oleh

Irwan Sihar: Ormas Bukan untuk Memecah Belah Kesatuan

Bandarlampung (Netizenku.com): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, meminta organisasi kemasyarakatan (ormas) berperan aktif dalam mencegah konflik sosial yang mungkin terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Hal ini sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017 tentang Penetapan Perppu No. 2 Tahun 2017 tentang Perubahan UU No. 17 Tahun 2013 tentang Ormas. Dalam pasal 59 ayat (4) dijelaskan, ormas dilarang menganut, mengembangkan, serta menyebarkan ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila.

”Itulah mengapa ormas harus mampu mencegah konflik sosial untuk mempertahankan nilai-nilai kesatuan dan persatuan bangsa dan bernegara,” ucap Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Lampung, Irwan Sihar Marpaung, saat membuka acara pembinaan ormas dalam pencegahan konflik di Privinsi Lampung, Rabu (15/8).

Baca Juga  Vaksinasi Per TPS Kelurahan Percepat Capaian Herd Immunity

\"\"

Irwan mengatakan, peran serta seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam membangun kesamaan visi dan persepsi melalui pengembangan alur budaya. Selain itu juga mampu membangun kesamaan pandangan serta merasa bertanggung jawab atas kemajuan pembangunan nasional khususnya di Provinsi Lampung.

Selain masyarakat secara umum, lanjut Irwan, peran ormas untuk mencegah konflik sosial sangat penting dalam situasi dan kondisi bangsa sekarang. Di mana berbagai aspek kehidupan mengalami guncangan yang nyaris merusak sendi dan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga  Wali Kota Gandeng Akademisi Tata Pesisir Bandarlampung

Kaban Kesbangpol ini mengungkapkan, ia miris melihat ancaman terhadap persatuan dan kesatuan bangsa justru disebabkan oleh ormas yang terindikasi radikal. Mereka punya paham yang bertentangan dengan dasar negara Pancasila. Padahal, kondisi objektif keanekaragaman bangsa Indonesia tidak mungkin dihapuskan. Sampai kapan pun Indonesia tetap terdiri atas bermacam-macam suku, agama, adat istiadat, dan sebagainya.

Baca Juga  Hari Pelanggan, PLN Luncurkan Layanan Super Merdeka UMKM/IKM

\”Keanekaragaman tersebut justru menjadi modal dasar bagi perwujudan bangsa yang kuat. Ini jika hubungan antar elemen masyarakat dibangun atas dasar terbuka dan saling menghormati,\” tambahnya.

Irwan menyebutkan, ormas memiliki posisi dan peran strategis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sebagaimana diamanatkan pada Pasal 28 C (2) UUD 1945.

\”Dalam pasal tersebut dikatakan setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya,\” tutupnya. (*Aby)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *