oleh

Herman HN-Sutono Harga Mati PKPI

Bandarlampung (Netizenku.com): Herman-Sutono harga mati! Hal itu terucap dari puluhan kader Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Lampung saat menggelar rapat kordinasi Provinsi (Rakorprov), di Hotel Bukit Randu, Selasa (1/5) siang.

Dihadiri Calon Wakil Gubernur Lampung Sutono, Ketua DPP PKPI Lampung, Ery Setyanegara dalam arahannya menegaskan, seluruh kader harus bahu-membahu dalam memenangkan Herman-Sutono sebagai pasangan yang didukung. Sebab menurutnya, kemenangan Herman-Sutono merupakan kemenangan PKPI.

\"\"

\”Jangan melihat duitnya, tapi lihat komitmen pasangan ini untuk kemajuan daerah. Sebab, hal ini sudah dirasakan masyarakat,\” ujar Ery.

Baca Juga  Paslon Dilarang Bagi THR, Bawaslu Perketat Pengawasan

Menurutnya, Herman-Sutono akan memberikan ruang kepada seluruh masyarakat untuk membangun Lampung lebih baik ke depan. Ditambahkannya, saat ini paradigma masyarakat harus tetap dijaga, terutama dalam mendukung calon gubernur dan wakil gubernur yang didukung.

Untuk itu, dirinya berharap Herman HN dan Sutono mampu memberi perubahan Lampung 5 tahun ke depan. \”Pak Herman HN basisnya pembangunan, sedangkan Pak Sutono membangun melalui pendekatan petani. Maka dari itu, kita meminta kader PKPI di kabupaten/kota bekerja dan bergerak secara terstruktur dan terkoneksi,\” jelasnya.

Baca Juga  Sutono Yakin Warga Lampung Cerdas Tentukan Pilihan

Menanggapi hal ini, Calon Wakil Gubernur Lampung nomor urut dua, Sutono mengapresiasi atas dari dukungan PKPI di Pilgub mendatang. Menurutnya, perjuangan dari PKPI akan mampu membantu perolehan suara 27 Juni mendatang.

\”Dengan niat tulus PKPI mendukung kami, kami sangat berterima kasih. Ini menjadi tambahan semangat kami. Sebab, selama kami turun ke lapangan, respon untuk pasangan nomor dua, paling banyak. Karena masyarakat menginginkan perubahan dan harapan itu insya allah ada pada pasangan nomor dua,\” jelasnya.

Baca Juga  Hasil Tes Usap Staf KPU Lampung Positif Covid-19

Sutono juga menegaskan, pihaknya bekerja dan bergerak tanpa praktik money politik. Bahkan, pihaknya sudah mengkampanyekan anti money politik. \”Sebab, jika ada calon yang menggunakan politik uang, maupun sembako, artinya ia tidak percaya diri, tidak ada jaringan atau tidak memiliki kemampuan,\” ucapnya. (Rio)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *