Harga Tepung Terigu Naik 10%, Imbas Dolar AS Tinggi

Avatar

Senin, 24 September 2018 - 23:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tepung Terigu (Foto: Istimewa)

Tepung Terigu (Foto: Istimewa)

Lampung (Netizenku.com): Saat ini harga tepung terigu naik hingga 10%. Kenaikan ini merupakan dampak dari nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah yang tengah menguat sejak beberapa waktu terakhir.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Franciscus Welirang mengatakan, pada dasarnya konsumsi tepung terigu di semester I mengalami kenaikan.

Namun, di semester II angka tersebut tidak dapat diprediksi karena kenaikan harga.

\”Permintaan masyarakat terhadap terigu di semester I ada kenaikan. Itu akibat konsumsi mie instan, roti, martabak, kerupuk, bakso, sosis, itu semua kan ada tepung terigunya. Semester II saya nggak tahu karena harga terigu naik minimal 10% akibat pelemahan rupiah sudah mencapai 10%,\” jelas dia di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Senin (24/9/2018).

Baca Juga  Pekan Depan Ada Berita Buruk untuk Rupiah, Simak

Kenaikan harga tepung terigu terpengaruh terhadap harga gandum di pasar dunia, mengingat Indonesia masih mengimpor gandum.

Apalagi, saat ini pasokan gandum menipis dan mendorong kenaikan harga hingga 20%.

\”Gandum sendiri harganya sudah naik sejak Maret-April, mencapai 20%. Hal ini karena ada banjir di Timur dan kekeringan di Selatan Australia. Sehingga panennya turun, kita cari negara pemasok lain, Rusia, Ukraina. Tapi katanya di Ukraina gandumnya ada penyakit. Ya naik lah jadinya (harga), harga gandum lebih mahal,\” papar dia.

Baca Juga  Rupiah Tembus Level Paling Lemah Sepanjang Masa, Terlemah di Asia

\”Apakah ini sudah pasti ditransfer ke kenaikan harga tepung terigu, saya nggak bisa jawab begitu. Karena setiap produsen punya rata-rata stok yang berbeda. Jadi jangan diasumsikan langsung begitu,\” jelas Welirang. (dtc/lan)

Berita Terkait

PGN Pastikan Layanan Gas Bumi Aman dan Handal Selama Idul Fitri 1445 H
Kolaborasi CCEP-Pondok Pesantren Bangun Kesadaran Lingkungan
IHK Gabungan di Lampung pada Maret Tercatat Inflasi 0.36 Persen
Indosat Ooredoo Hutchison Ajak Masyarakat Rayakan Indah Ramadan
Perkuat Koordinasi, PGN Gelar Customer Business Gathering Asosiasi
Junanto Herdiawan Dikukuhkan Sebagai Kepala BI Provinsi Lampung
Smartfren Perkuat Jaringan Sambut Ramadan dan Idul Fitri 1445H
PGN Catatkan Pendapatan USD3,65 Miliar Sepanjang 2023

Berita Terkait

Rabu, 17 April 2024 - 13:25 WIB

Bupati Pesawaran Klaim Tidak Anti Kritik

Jumat, 12 April 2024 - 19:31 WIB

Hujan Deras Guyur Pesawaran, Beberapa Wilayah Tergenang Banjir

Kamis, 4 April 2024 - 21:12 WIB

Pemkab Pesawaran Kembali Adakan Gerakan Pangan Murah

Rabu, 3 April 2024 - 19:02 WIB

Bupati Pesawaran Kunjungi Kementan RI, Ini Usulannya

Rabu, 27 Maret 2024 - 21:01 WIB

Dendi Harap Pemprov Lampung Terus Perhatian ke Pemkab Pesawaran

Rabu, 27 Maret 2024 - 18:49 WIB

Kapolres Pesawaran Imbau Organ Tunggal Tak Setel Musik Remik

Jumat, 15 Maret 2024 - 18:57 WIB

Jumat Curhat, Kapolres Pesawaran Ajak Orang Tua Awasi Anak-anak

Selasa, 12 Maret 2024 - 16:25 WIB

Dendi Tinjau Longsor dan Banjir di Desa Sukajaya Lempasing

Berita Terbaru

Mantan Bupati Kabupaten Tubaba, Umar Ahmad. Foto: Ist.

Lampung

Umar Ahmad dan Sinyalemen Dukungan PDI Perjuangan

Kamis, 18 Apr 2024 - 21:58 WIB

Direktur Eksekutif YKWS, Febrilia Ekawati. Foto: Arsip.

Bandarlampung

YKWS: Banjir di Balam Bukan Semerta Bencana Alam

Kamis, 18 Apr 2024 - 21:32 WIB

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandarlampung, Adiansyah. Foto: Kiriman WA Adiansyah.

Bandarlampung

Libur Lebaran, Lonjakan Wisata Balam Capai 30 Persen

Kamis, 18 Apr 2024 - 20:38 WIB