Gubernur Lampung Inisiasi Budidaya Udang Vaname Air Tawar Pertama di Indonesia

Redaksi

Rabu, 5 Juli 2023 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Gubernur Arinal Djunaidi menginisiasi terobosan untuk mengembangkan budidaya udang vaname air tawar. Melaksanakan terobosan tersebut, Gubernur menggandeng pengusaha lokal dengan memanfaatkan lokasi agropark yang dikelola oleh PKK Lampung. Sehingga agropark tidak hanya membudidayakan tanaman, tetapi juga menjadi role model budidaya udang air tawar di Indonesia.

Terobosan ini sudah memberikan hasil dengan dilakukannya panen perdana yang dilakukan oleh Gubernur Arinal Djunaidi hari ini, Rabu (5/7/2023). Dalam sambutannya ia mengatakan, meskipun Provinsi Lampung sudah berhasil menjadi lumbung udang nomor satu di dunia, namun kebutuhan masyarakat akan udang masih sangat tinggi, termasuk di Provinsi Lampung sendiri.

“Saya ingin mempertahankan Lampung sebagai lumbung udang, seperti yang sudah dilakukan oleh Dipasena. Udang kita nomor satu di dunia, namun pengelolaan udang yang dilakukan Dipasena itu masih belum menyentuh masyarakat Lampung, karena tujuannya memang untuk ekspor dan dikirim ke wilayah-wilayah lain,” ucap gubernur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Arinal berharap dengan berhasilnya pilot project budidaya udang vaname air tawar ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat Lampung. Menurutnya saat ini sebagaian besar swasta memang sudah melakukan pengembangan tata kelola udang, namun aspek hilirnya adalah industri.

Baca Juga  APBD Perubahan 2026 Lampung Difokuskan Perkuat Program Prioritas dan Pertumbuhan Ekonomi

“Swasta itu aspek hilirnya adalah industri. Jadi untuk yang kebutuhan masyarakat, seperti Dipasena misalnya, ini belum menyentuh masyarakat. Oleh karenanya saya menginisiasi pilot project budidaya udang vaname air tawar bersama pengusaha dan PKK Lampung, alhamdulilaah berhasil. Saat ini saya punya Unit Pelaksana Teknis Perikanan, ada 5 UPT yang masing-masing memiliki lahan masing-masing sekitar 20 hektar dan akan kita kerjasamakan. Karena udang ini banyak potensinya, rasanya enak tapi kolesterolnya rendah,” paparnya.

Arinal berharap akan ada suatu lokasi terintegrasi yang dapat melakukan budidaya selain tanaman juga perikanan termasuk udang. Terobosan ini, menurut gubernur, selain dapat meningkatkan perekonomian juga dapat menjadi pusat edukasi budidaya bagi masyarakat.

“Budidaya ini akan menjadi percontohan, karena tidak banyak provinsi lain yang memiliki lahan budidaya terintegrasi seperti ini. Saya juga sangat bahagia karena kita sudah ada solusi untuk kebutuhan udang. Paling tidak untuk Kota Bandarlampung,” ujarnya.

Baca Juga  Harga Gabah Lampung Tembus Rp8.000, DPRD Dorong Relaksasi HPP hingga Desember

Dalam melaksanakan terobosan ini, Arinal juga menggandeng mantan Menteri Pertanian RI Tahun 2004-2009, Anton Apriyantono. Dalam sambutannya, ia mengatakan budidaya udang vaname air tawar ini bukanlah sesuatu yang mudah.

“Saya belum pernah mendapatkan tugas dari gubernur untuk memulai sesuatu yang baru. Gubernur Lampung Arinal Djunaidi cukup berani memulai sesuatu yang belum dikerjakan di provinsi lain, dan Gubernur Arinal didukung oleh para kepala dinas dan stafnya. Mudah-mudahan ini sukses, hingga Lampung memiliki ikon baru. Bukan hanya kopi tapi juga punya udang vaname air tawar,” kata Anton menutup sambutannya.

Sementara itu Direktur PT Budidaya Udang Air Tawar Rudi Antoni menyampaikan bahwa Pilot Project Budidaya Udang Vaname Air Tawar ini dibangun di atas lahan Agropark PKK Lampung. Budidaya udang ini dilakukan dengan menggunakan 1 kolam petak 1000 meter persegi, 1 kolam bioflock D30 706 meter persegi, 1 kolam bioflock D10 78,5 meter persegi, dan 1 Kolam Filter 100 meter persegi.

Baca Juga  DPRD Lampung Dorong Investasi Bioetanol Berujung pada Kesejahteraan Petani

Adapun keuntungan dari budidaya air tawar, menurut Rudi Antoni, yakni memiliki daya tahan yang baik terhadap perubahan kondisi lingkungan, memiliki daya tahan yang baik terhadap penyakit, memiliki pertumbuhan yang lebih cepat, memiliki derajat kehidupan yang tergolong tinggi, hemat pakan.

Sedangkan waktu pemeliharaannya relatif cukup pendek. Yaitu berkisar antara 90 hingga 100 hari dalam sekali siklus. Dan yang terakhir adalah limpahan air dapat dijadikan sebagai pupuk organik.

“Budidaya udang payau itu tidak mudah dan tidak murah. Kalau ini berhasil, ini adalah hal yang paling memungkinkan untuk kolaborasi di desa. Semua orang bisa makan udang dengan murah dan mudah. Murah karena ibu-ibu bisa membuat kolam tambak sendiri di belakang rumahnya. Yang tentunya akan meningkatkan angka kecukupan gizi yang luar biasa. Kalau kambing mungkin semua sudah biasa. Tapi kalau udang sangat luar biasa,” pungkasnya.

Diakhir acara, gubenur menyempatkan diri melempar jaring sebanyak tiga kali di salah satu kolam, untuk memanen udang vaname air tawar. (Leni)

Berita Terkait

Pemprov Lampung Bentuk FKLPID, Perkuat Sinergi Dunia Industri dan Pendidikan
BULOG Pastikan Bantuan Pangan Beras Menjangkau Masyarakat Lampung Selatan
98 Kepala Sekolah di Lampung Resmi Dilantik, Sejumlah Jabatan Dirotasi
APBD Perubahan 2026 Lampung Difokuskan Perkuat Program Prioritas dan Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur Mirza Dorong KDMP Pangkas Rantai Distribusi Beras di Lampung
Pemprov Lampung Lepas 57 Kafilah MTQ Nasional XXXI ke Jawa Tengah
Pemprov Lampung Gelar Salat Istisqa di Tengah Kemarau dan Erupsi Gunung Anak Krakatau
Gubernur Lampung Dukung FGD Nasional Jalan Tol Digelar di Lampung

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 12:25 WIB

32.415 Warga Lampung Selatan Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 19:14 WIB

Mendes PDT Soroti Kebun Anggur BUMDes Merak Berseri di Lampung Selatan

Minggu, 6 September 2026 - 18:38 WIB

Komisi X DPR RI Dorong Revitalisasi Sekolah dan Penyelesaian Status Guru PPPK

Minggu, 6 September 2026 - 18:21 WIB

Komisi X DPR RI Dorong Pemerataan Sarana Pendidikan melalui Program Revitalisasi Sekolah

Minggu, 6 September 2026 - 18:18 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Meningkat, Pemkab Lampung Selatan Siapkan Langkah Antisipasi

Minggu, 6 September 2026 - 18:16 WIB

Gunung Anak Krakatau Level III, Pemkab Lampung Selatan Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada

Sabtu, 5 September 2026 - 14:44 WIB

Seminar Al-Aqsha di Lampung Dorong Generasi Muda Temukan Peran Nyata untuk Palestina

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:45 WIB

PWI Lampung Selatan Audiensi dengan DPRD, Bahas HPN dan Porwanas 2027

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Sekda Tubaba Tekankan Ketelitian Belanja Hibah dalam Penyusunan APBD 2027

Jumat, 11 Sep 2026 - 20:41 WIB