oleh

Gelar Panen Raya, Wabup Pringsewu Bangga dengan Pertanian Daerahnya

Pringsewu (Netizenku): Wakil Bupati Pringsewu Hi. Fauzi menggelar panen raya Padi Sehat di Pekon Sukoharjo I, Kecamatan Sukoharjo, Selasa (27/3).

Pengembangan varietas padi sehat ini telah dilakukan di 5 kecamatan di Pringsewu, meliputi Kecamatan Pringsewu, Pagelaran, Pardasuka, dan Ambarawa, serta Kecamatan Sukoharjo sendiri.

Fauzi dalam sambutannya mengaku bangga karena produksi Padi Sehat di wilayahnya dalam satu musim mampu menghasilkan 180 ton dengan luasan sawah 40 Ha (4,5 Ton/Ha).

Baca Juga  Randis Belum Dikembalikan, Pejabat Pringsewu Ini Disurati Sekda

“Besarnya manfaat budidaya padi sehat ini, sangat baik untuk keberlanjutan lahan pertanian hingga kesehatan lingkungan dan manusia, termasuk kesejahteraan petani,” katanya.

Fauzi juga mengatakan, pembangunan pertanian dewasa ini diarahkan pada pengembangan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berbasis kerakyatan, dan terdesenstralisasi, di mana Pemerintah Kabupaten Pringsewu terus berupaya untuk menciptakan dan menjalankan berbagai program pembangunan diantaranya Program Pengembangan Padi Sehat ini, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Baca Juga  Polisi Bekuk Pelaku Curat di Pringsewu

“Degradasi sumber daya lahan pertanian yang dihadapi saat ini adalah menurunnya kesuburan fisik, kimia, dan biologi tanah akibat penggunaan pupuk kimia, sehingga dapat menguras unsur-unsur hara mikro dan menurunnya kesuburan tanah. Selain pencemaran tanah, penggunaan pestisida juga mengakibatkan residu pada tanaman. Alternatif untuk mengembalikan kelestarian lahan pertanian tersebut, adalah dengan sistem pertanian organik, yaitu pertanian yang kembali kepada alam, tanpa menggunakan pupuk kimia ataupun pestisida, sehingga menghasilkan padi yang sehat,” ujarnya.

Baca Juga  Tim Korlantas Mabes Polri Tinjau Kesiapan Sarana dan Prasarana Satpas Polres Pringsewu

Acara Panen Raya Padi Sehat ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, Dipertan Provinsi Lampung, DPRD, muspida, serta kelompok tani setempat. (Darma)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *