oleh

Festival Tubaba \’Dari Masa Depan\’ Siap Digelar

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) kembali menggelar Festival Tubaba yang akan dipusatkan di empat tempat ikon wisata kabupaten setempat sejak Kamis (29/8) mendatang.

Festival ke-IV yang mengambil tema \”Dari Masa Depan\” sebuah metofor tentang visi sebuah Kota dari Generasi Muda ini melibatkan 300 seniman dari Generasi Muda, para pelajar yang telah mendapatkan pelatihan kesenian meliputi sastra, teater, seni rupa, tari dan tahun ini film. Program ini diturunkan dari filosofi Tubaba “Nemen, Nedes dan Nerimo” (Nenemo) yang berarti bekerja keras, konsisten dan ikhlas.

\”Sejak 2016 Pemkab Tubaba secara konsisten menggelar program pelatihan kesenian untuk warga (peserta aktif pada umumnya adalah pelajar usia 7 hingga 17 tahun). Tujuan pelatihan bukan untuk menjadikan peserta didik menjadi seniman, tapi bagaimana melalui proses kesenian peserta diajak bekerja keras untuk menciptakan karya estetis,\” terang Bupati Tubaba Umar Ahmad, SP diamini Direktur Festival Tubaba Semi Ikra Anggara kepada Netizenku.com, Minggu (25/8).

Baca Juga  DPRD Tubaba Minta Leasing Patuhi Kebijakan Presiden

Bupati mengatakan karya estetis tersebut semuanya harus dilalui secara konsisten dan pada gilirannya mesti diterima secara ikhlas saat orang lain menatap karya kita dengan pandangan berbeda atau bahkan kritik tajam sekalipun.

\”Nilai-nilai seperti respek, empati dan terbuka terhadap perbedaan adalah nilai-nilai yang terinternalisasikan melalui program ini,\” paparnya.

Sebagai contoh, di dalam kerja kreasi  teater peserta didik yang telah berproses selama dua bulan dilatih seluruh piranti tubuh mereka seperti kelentukan, kelenturan, kekuatan, perasaan dan nalar mereka, lantas kekuatan setiap individu bertemu dengan individu lain; menghilangkan ego masing-masing; suka atau tidak suka pada yang lain tapi untuk menemukan satu nilai estetik apa-apa yang mengganjal dilenyapkan.

\”Edisi kali ini mengambil tema “Dari Masa Depan” sebuah metafor  tentang  visi  sebuah kota dari generasi muda. Maka visi tersebut akan kita lihat dalam presentasi karya mereka; di dalam seni rupa berbagai tematik dan teknik akan terurai dalam setiap karya rupa mereka,\” timpal Semi, selaku Direktur Festival Tubaba.

Baca Juga  Kornelia Umar Buka Seminar Kesehatan IBI Tubaba

Menurutnya, penampilan kesenian dari generasi muda, tentunya bukan berarti melupakan kesenian yang telah lama tumbuh di masyarakat. Namun, akan kita saksikan pula gitar klasik Lampung, Kulintang, Dzikir Lampung, Ngediao atau Bebandung, Reog,  Jaipong dan Baleganjur. \”Sejumlah ekspresi seni tradisional yang juga menandakan multikulturalisme masyarakat Tubaba,\” tukasnya.

Sementara itu, sebanyak 6 grup teater yang akan tampil, meskipun masih menggunakan naskah-naskah lama tetapi coba ditafsirkan oleh pikiran mereka yang milenial, sedangkan musik mencoba memainkan elemen pentatonik dan diatonik untuk mewujudkan musik kolaboratif.

\”Tari Nenemo akan menampilkan 75 penari untuk menabalkan filosofi “Nenemo” sebagai visi masa depan Tubaba,\” ungkap Semi.

Selain penampilan dan pameran kesenian, pada gelaran kali ini Festival Tubaba mempunyai konten yang bisa dibilang istimewa, yakni launching “Kopi Tubaba”. Disebut istimewa karena ternyata anggapan selama ini Tubaba tidak memiliki produk kopi yang bisa dinikmati keliru, berdasarkan hasil percobaan ternyata kopi yang banyak tumbuh di pekarangan rumah warga Tubaba memiliki rasa yang cukup nikmat.

Baca Juga  Umar Ahmad Hadiri Silaturahmi Forkopimda

\”Besar harapan setelah launching ini,  warga Tubaba bisa memproduksi kopi dari pekarangan rumahnya sendiri,\” kata dia.

Festival ini digelar di empat venue: Kota Ulluan Nughik “ Rumah Panggung”, Kota Ulluan Nughik “Rumah Baduy” keduanya di Rawa Kebo tepatnya di belakang rumah dinas bupati di jalan baru arah calon Mapolres Tubaba sekitar 300 meter dari ruas jalan Panaragan Jaya-Pulung Kencana. Patung Empat Marga diletter S Panaragan di ruas jalan Panaragan menuju perkantoran Bupati Tubaba. Dan gedung Sesat Agung Bumi Gayo Ragem Sai Mangi Wawai di komplek Islamik Center Tubaba, Rawakebo Kelurahan Panaragan Jaya.

\”Seluruh rangkaian acara berlangsung pada tanggal 29-31 Agustus 2019, silahkan seluruh warga Tubaba, dan wisatawan menyaksikan rangkaian kegiatan tersebut secara gratis,\” pungkasnya.(Arie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *