Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana meminta seluruh puskesmas dan tenaga kesehatan bergerak lebih aktif menangani tuberkulosis (TBC). Mereka diminta turun langsung ke tengah masyarakat untuk mempercepat deteksi, pendampingan pasien, hingga edukasi kesehatan.
(Netizenku.com): Instruksi itu diberikan setelah Kementerian Kesehatan menetapkan Bandar Lampung sebagai daerah percontohan penanganan TBC dan stunting bagi kabupaten/kota di Indonesia.
“Seluruh puskesmas harus aktif turun ke masyarakat untuk memantau kondisi warga, terutama dalam upaya pencegahan dan penanganan TBC,” kata Eva Dwiana, Sabtu (9/5/2026).
Daerah Percontohan Nasional
Eva menegaskan status sebagai daerah percontohan harus dibuktikan dengan kerja nyata di lapangan. Menurutnya, pelayanan kesehatan harus semakin dekat dengan masyarakat agar kasus TBC dapat ditemukan lebih cepat dan segera ditangani.
Pemerintah Kota Bandar Lampung juga meminta seluruh fasilitas kesehatan memperkuat koordinasi, memantau kelompok berisiko, serta meningkatkan edukasi tentang pola hidup sehat.
Target Eliminasi TBC 2030
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan penanganan TBC dan stunting menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Karena itu, pengawasan lapangan terus diperkuat melalui puskesmas, tenaga kesehatan, dan kader di tingkat kelurahan.
“Upaya penanganan stunting dan TBC saat ini menjadi fokus utama pemerintah. Karena itu, pengawasan di lapangan terus diperkuat, termasuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Muhtadi.
Menurutnya, edukasi mengenai pola hidup sehat dan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin juga terus digencarkan. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung target nasional mengeliminasi TBC pada 2030.
“Pemerintah berharap target penurunan stunting dan eliminasi TBC pada 2030 bisa tercapai melalui kolaborasi seluruh pihak,” tutupnya.(*)








