Ekonomi Lampung Triwulan III 2025 Tumbuh 5,04 Persen: Ekspor Menguat, Inflasi Terkendali, Pertanian Perlu Dukungan

Ilwadi Perkasa

Jumat, 7 November 2025 - 04:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG — Perekonomian Provinsi Lampung pada Triwulan III 2025 tumbuh sebesar 5,04 persen (y-on-y). Meski sedikit melambat dibanding Triwulan II (5,09 persen) dan Triwulan I (5,47 persen), capaian ini menegaskan daya tahan ekonomi daerah yang tetap positif di tengah tekanan global dan fluktuasi harga komoditas.

Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung mencatat, pertumbuhan masih ditopang oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, diikuti industri pengolahan serta perdagangan besar dan eceran. Namun, fondasi pertanian masih rentan, terutama subsektor tanaman pangan yang menghadapi tekanan harga akibat panen raya singkong.

Pada Oktober 2025, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat 127,72, naik 0,08 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan ini terjadi karena penurunan indeks harga yang dibayar petani (Ib) lebih besar daripada penurunan indeks harga yang diterima (It). Meski demikian, ketimpangan antar subsektor masih nyata, NTP tanaman pangan hanya 104,90, sementara perkebunan rakyat mencapai 165,34, dan subsektor peternakan serta perikanan budidaya masih di bawah 100. Kondisi ini menunjukkan masih lemahnya posisi tawar petani tanaman pangan di tengah perbaikan agregat.

Baca Juga  Lesty Desak Masterplan Penanggulangan Banjir Segera Direalisasikan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BPS juga mencatat Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) menurun 0,16 persen pada Oktober, terutama karena turunnya indeks kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,34 persen. Sementara itu, inflasi tahunan (y-on-y) Oktober 2025 tercatat sebesar 1,20 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 108,76, menandakan stabilitas harga yang terjaga. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Lampung Timur (2,45 persen) dan terendah di Kota Bandarlampung (0,43 persen). Kenaikan harga terbesar tercatat pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau (4,46 persen) serta perawatan pribadi dan jasa lainnya (6,96 persen).  Sedangkan kelompok pendidikan mengalami deflasi 17,98 persen setelah berakhirnya masa penerimaan sekolah dan bantuan biaya pendidikan. Deflasi kelompok pendidikan memberikan tekanan  tekanan signifikan terhadap IHK selama tiga bulan terakhir.

Baca Juga  Demo di DPRD Lampung, PMII Minta MBG Dievaluasi

Dari sisi eksternal, kinerja perdagangan luar negeri menjadi salah satu penopang utama ekonomi daerah. Nilai ekspor Lampung Januari–September 2025 mencapai US$ 4,83 miliar, naik 27,03 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Khusus bulan September, ekspor tercatat US$ 544,95 juta, naik 9,64 persen (yoy). Sementara itu, nilai impor Januari–September 2025 mencapai US$ 1,62 miliar, tumbuh 3,04 persen (yoy). Neraca perdagangan tetap surplus US$ 3,20 miliar, menandakan ekspor komoditas unggulan seperti kopi, sawit, dan olahan makanan masih kuat menopang pertumbuhan.

Baca Juga  Pangdam XXI/RI Tekankan Sinergi Sukseskan KDKMP

Meski indikator eksternal solid, sektor domestik memerlukan perhatian. Penurunan konsumsi rumah tangga dan lesunya sektor pariwisata, tercermin dari menurunnya Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel, dapat menekan momentum pertumbuhan pada Triwulan IV jika tidak segera direspons.

Pemerintah daerah diharapkan menjaga keseimbangan antara ekspansi industri dan penguatan pertanian melalui kebijakan penyangga harga terutama singkong, penguatan kontrak pembelian industri, serta percepatan hilirisasi produk turunan berbasis singkong dan perkebunan rakyat. Selain itu, perlu stimulus untuk memperkuat pasar domestik dan sektor jasa lokal agar pertumbuhan tetap inklusif.

Dengan laju sekitar 5 persen, Lampung tetap berada di jalur positif, namun keberlanjutannya sangat bergantung pada ketahanan sektor pangan dan daya beli masyarakat. Tanpa penguatan di akar pertanian, pertumbuhan tinggi hanya akan menjadi angka tanpa kesejahteraan yang merata.***

Berita Terkait

BPBD Lampung Siap Bantu Korban Gempa NTT
Atap Rapuh, Mimpi Anak Way Kanan Tak Boleh Runtuh
Gubernur Lampung Ikuti Upacara Detik Detik Proklamasi Secara Virtual
Gubernur Lampung, Kemerdekaan Harus Dirasakan Masyarakat melalui Pembangunan yang Nyata
Pengusaha Jambi Laporkan Dugaan Penipuan Proyek Fiktif Rp465 Juta ke Polda Lampung
Konflik PT BSA Memanas, Wahrul Desak Pemerintah Pusat Turun Tangan
Putra Jaya Umar, Antara Kebun, Petani, dan Tanggung Jawab Sebagai Wakil Rakyat
Pulung Kencana Berseru, Putra Jaya Umar Siap Kawal Jalan hingga Sumur Bor

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:23 WIB

BPBD Lampung Siap Bantu Korban Gempa NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:25 WIB

Gubernur Lampung Ikuti Upacara Detik Detik Proklamasi Secara Virtual

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:22 WIB

Gubernur Lampung, Kemerdekaan Harus Dirasakan Masyarakat melalui Pembangunan yang Nyata

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Pengusaha Jambi Laporkan Dugaan Penipuan Proyek Fiktif Rp465 Juta ke Polda Lampung

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Konflik PT BSA Memanas, Wahrul Desak Pemerintah Pusat Turun Tangan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Putra Jaya Umar, Antara Kebun, Petani, dan Tanggung Jawab Sebagai Wakil Rakyat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Pulung Kencana Berseru, Putra Jaya Umar Siap Kawal Jalan hingga Sumur Bor

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Peduli Lingkungan, Mahasiswa Universitas Malahayati Edukasi Dasawisma Yosorejo Bikin Ecobrick

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

PAD Tubaba Digenjot, Aset Daerah dan Pajak Mulai Dioptimalkan

Rabu, 19 Agu 2026 - 20:24 WIB

Tulang Bawang Barat

HUT ke-25, Demokrat Tubaba Hadir Lewat Aksi Nyata di Tengah Masyarakat

Rabu, 19 Agu 2026 - 16:24 WIB

E-Paper

Lentera Swara Lampung | 165 | Rabu, 19 Agustus 2026

Rabu, 19 Agu 2026 - 08:09 WIB

Lampung

BPBD Lampung Siap Bantu Korban Gempa NTT

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:23 WIB