Distan ‘Jagal’ Pendapatan Pemkot Bandarlampung

Agis Dwi Prakoso

Minggu, 2 Juni 2024 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Ist/Ilustrasi)

(Foto: Ist/Ilustrasi)

Di tengah masalah keuangan yang membekap Pemkot Bandarlampung, Dinas Pertanian (Distan) justru terindikasi ‘menjagal’ sumber pendapatan.

Bandarlampung (Netizenku.com): Dinas Pertanian (Distan) Kota Bandarlampung selama ini mengaku tak pernah menarik retribusi dari rumah jagal atau rumah potong hewan (RPH) di Kota Tapis Berseri selain dari RPH Way Laga yang memang dikelola oleh pemkot.

Kepala Bidang Peternakan Distan Kota Bandarlampung, Yunita Noviasari, menegaskan tak bisa menarik retribusi lantaran RPH di Bandarlampung tak mengurus perizinan di pemkot.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemilik RPH tidak mendaftar di Dinas Perizinan, jadi kita tidak bisa menarik retribusi selain yang dikelola oleh pemkot,” ujar Yunita saat diwawancarai pada Kamis (30/5) lalu.

Menurut dia, RPH perlu rekomendasi dari Distan untuk mendapatkan izin, hanya saja regulasi memberatkan hal itu.

“Regulasi yang memberatkan ialah di sekeliling RPH tidak boleh ada permukiman penduduk. Kalau kita lihat sekarang, Bandarlampung bertambah padat, hingga posisi RPH di sini berdekatan dengan permukiman warga,” jelas dia.

Baca Juga  Wali Kota Tinjau Pemeliharaan Jalan Wala Kuba

Terkait kondisi itu, dirinya mengaku hanya bisa melakukan pengawasan dan pembinaan kepada RPH agar melakukan pemotongan hewan secara standar dan prosedural, sehingga pembuangan limbah dan daging yang beredar aman. Bahkan, lanjut dia, pihaknya sempat berupaya menutup salah satu RPH karena aduan masyarakat.

“Sempat ada aduan masyarakat di salah satu RPH, katanya bising kalau malam. Kita sempat ke sana bersama Satpol PP mau menutup, tapi ya begitulah,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Bandarlampung, mengaku aneh dengan pembinaan yang dilakukan oleh Distan. Dirinya juga membenarkan bahwa selama ini tidak ada rekomendasi Distan terkait perizinan RPH di Bandarlampung.

“Kalau tidak ada retribusi mengapa harus dilakukan pembinaan kan,” ujar Muhtadi saat disambangi di ruang kerjanya pada Kamis (30/5).

Harusnya dinas terkait melakukan kajian, lanjut dia, mana RPH yang bisa direkomendasikan perizinannya.

“Misal ada RPH yang tergolong industri perumahan, regulasi RTRW jadi pengecualian lantaran itu usaha mikro. Beda hal nya jika tempat tersebut besar, pastinya perlu kajian yang lebih,” jelas dia.

Baca Juga  CCTV Pemkot Dibidik ke Titik Rawan Sampah

Ia mengaku akan berkoordinasi dengan Distan Kota Bandarlampung terkait polemik RPH yang jarang mendapat perhatian.

“Kalau memang perlu ditutup, itu juga urusan dinas terkait. Kami sifatnya hanya mendampingi. Tapi jika bisa dikeluarkan izinnya, kami pun menunggu rekomendasi dinas terkait,” tandasnya.

Beberapa hari melakukan penelusuran, Netizenku.com mendapati bahwa RPH di Bandarlampung membayar retribusi tiap harinya.

RPH Zbeef yang berada di Tanjungkarang Barat misalnya, Tampan Sujarwadi selaku pemilik, menjelaskan setiap hari ada petugas dari pemkot yang melakukan pengawasan dan menarik retribusi.

“Tiap hari kita bayar. Per ekornya untuk sapi maupun kerbau dikenakan retribusi sebesar Rp 35 ribu, tinggal dikali berapa ekor yang dipotong. Kalau sekarang kita cenderung sepi, paling hari biasa 3 sampai 4 ekor, kalau weekend bisa 7 sampai 8 ekor,” ujar Ketua Persatuan Penjual Daging (PPD) Kota Bandarlampung itu saat disambangi pada Minggu (2/6).

Menurut dia, ada 5 RPH aktif di Bandarlampung yang juga membayar retribusi. Ia menuturkan retribusi RPH ditarik oleh petugas menggunakan kertas kecil.

Baca Juga  Biawak di Jendela, Sanca Bersembunyi di Bawah Meja

“Retribusi itu lah timbal balik yang kami berikan atas pembinaan oleh petugas. Terkait status izin, RPH kami sudah direkomendasikan oleh dinas. Kalau RPH saya mulai beroperasi sejak 2010 silam,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Gerakan Demo Rakyat (Gedor) Lampung, Ahmad Zahriansyah, menduga bahwa ada kesengajaan agar RPH di Bandarlampung tidak didaftarkan.

“Ada dugaan kuat itu kesengajaan agar retribusi tidak dilaporkan kepada pemkot. Jika demikian, hal tersebut bisa dikatakan penyalahgunaan wewenang, pungutan liar bahkan penggelapan retribusi,” tegas Rian saat ditemui di kantornya pada Minggu (2/6).

Ia meminta agar pihak-pihak terkait menyelidiki kasus tersebut, sebab merugikan negara khusunya Pemkot Bandarlampung.

“Tidak benar ini. Kalau tiap harinya 1 RPH membayar retribusi 3 ekor sapi, tinggal kita kalikan 4 RPH. Kemudian kita kalikan 365 hari dalam setahun, sudah berapa kerugian. Itu baru 1 komoditi, belum termasuk kambing dan ayam. Kita tidak tahu jelasnya sejak kapan praktek ini dilakukan,” tutur Rian. (Agis) 

Berita Terkait

APBD Perubahan Bandar Lampung Disepakati, Pemkot Kejar Realisasi Program dalam Tiga Bulan
Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kemarau
PPM Bandarlampung Gandeng Kodim 0410/KBL Gelar LKBB Tingkat SMP
Bunda Eva Siapkan 5 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan, Tahun Depan Tambah 50 Titik
LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi
HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda
Bandar Lampung Peroleh Bantuan 300 Bedah Rumah BSPS
Pemkot Ajak Warga Jaga Kerukunan, Rawat Perbedaan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:03 WIB

Pemprov Lampung Bentuk FKLPID, Perkuat Sinergi Dunia Industri dan Pendidikan

Jumat, 11 September 2026 - 19:00 WIB

BULOG Pastikan Bantuan Pangan Beras Menjangkau Masyarakat Lampung Selatan

Jumat, 11 September 2026 - 18:53 WIB

98 Kepala Sekolah di Lampung Resmi Dilantik, Sejumlah Jabatan Dirotasi

Jumat, 11 September 2026 - 01:48 WIB

Gubernur Mirza Dorong KDMP Pangkas Rantai Distribusi Beras di Lampung

Jumat, 11 September 2026 - 01:45 WIB

Pemprov Lampung Lepas 57 Kafilah MTQ Nasional XXXI ke Jawa Tengah

Jumat, 11 September 2026 - 01:43 WIB

Pemprov Lampung Gelar Salat Istisqa di Tengah Kemarau dan Erupsi Gunung Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 01:28 WIB

Gubernur Lampung Dukung FGD Nasional Jalan Tol Digelar di Lampung

Kamis, 10 September 2026 - 16:44 WIB

Antrean BBM Solar Hambat Ekonomi Lampung, Budi Hadi Minta Pertamina Tambah Pasokan dan SPBN

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Sekda Tubaba Tekankan Ketelitian Belanja Hibah dalam Penyusunan APBD 2027

Jumat, 11 Sep 2026 - 20:41 WIB

Lampung Selatan

Zulkifli Hasan Pastikan Bantuan Pangan Beras Berlanjut hingga Akhir 2026

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:04 WIB