Bandar Lampung – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung mulai menyiapkan sistem pembayaran non-tunai untuk layanan transportasi dan perparkiran. Program ini menjadi bagian dari pengembangan layanan berbasis teknologi menuju konsep Smart City.
(Netizenku.com): Kepala Dishub Kota Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu, mengatakan sistem transaksi digital masih dalam tahap kajian. Jika seluruh persiapan selesai, layanan tersebut akan segera diterapkan.
“Salah satu pengembangan yang tengah disiapkan yakni penerapan sistem transaksi non-tunai atau cashless pada layanan transportasi dan perparkiran di Kota Bandar Lampung,” kata Socrat, Kamis (7/5/2026).
Fokus Kurangi Kemacetan
Selain menyiapkan digitalisasi layanan, Dishub juga memperkuat pengaturan lalu lintas di sejumlah titik rawan macet. Sebanyak 125 personel diterjunkan setiap hari untuk mengatur arus kendaraan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore.
Petugas disebar di sejumlah ruas jalan, di antaranya kawasan Kedaton, Labuhan Ratu, Jalan Antasari, hingga jalan protokol dan pusat perbelanjaan.
“Pada pagi hari, kepadatan kendaraan lebih banyak terjadi di jalur menuju pusat kota karena masyarakat berangkat bekerja, sekolah, dan beraktivitas,” ujarnya.
Menurut Socrat, pola kemacetan berubah pada sore hari ketika arus kendaraan bergerak meninggalkan pusat kota menuju kawasan permukiman.
Untuk mengurangi kepadatan, Dishub menerapkan rekayasa lalu lintas, termasuk sistem buka-tutup di sejumlah putaran balik yang sering memicu antrean kendaraan. Petugas juga disiagakan di lokasi-lokasi padat agar arus lalu lintas tetap lancar.
“Langkah ini dilakukan untuk meminimalisasi penumpukan kendaraan dan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat,” pungkasnya.(*)








