“Dinas Perpustakaan mau menghubungi perusahaan-perusahaan yang care terhadap pendidikan dan kemajuan literasi,” ujar dia.
Husna berharap perusahaan-perusahaan besar di Bandarlampung seperti PT Bukit Asam, PT Pelindo, dan bank daerah dapat memberikan kontribusi.
“Tapi kita enggak minta uang, kita minta barang seperti PC, meja dan kursi baca. Jadi kalau anak-anak usia sekolah datang ke Dinas Perpustakaan, dia menarik,” kata dia.
Menurut Husna, digitalisasi perpustakaan ini akan mengubah pandangan masyarakat bahwa membaca buku itu membosankan.
“Mudah-mudahan tahun depan, insyaallah, saya usahakan untuk digital semua dengan bantuan perusahaan, kawan-kawan media, dan atas arahan ibu Wali Kota pastinya,” ujar dia.
Sebelumnya, Rabu (3/11) pagi, Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana telah meresmikan Pojok Baca Digital, Pocadi, di Lantai 2 Mal Pelayanan Satu Pintu.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya








