oleh

Diduga Kelelahan, Tukang Bentor Tewas Tergeletak di Atas Bentornya

Bandarlampung (Netizenku.com): Seorang pengendara becak motor (bentor) ditemukan tidak bernyawa di jalan Hayam Wuruk, Bandarlampung, Jumat (25/5).

Pria yang diketahui bernama Burhan (66) warga Way Huwi, Jatiagung, Lampung Selatan ini, diduga tewas karena kelelahan dan penyakit yang ia derita selama ini.

Tim Inafis Polresta Bandarlampung langsung terjun ke lokasi penemuan mayat, setelah pukul 08.00 pagi mendapatkan laporan dari warga, bahwa telah ditemukan seorang pria yang tergeletak di atas bentornya dengan keadaan meninggal dunia tepat di depan Alfamart Hayam Wuruk.

Baca Juga  PPKM Darurat, Pasien Isoman yang Lapor RT Dapat Bansos Pemkot

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono mengatakan, dugaan awal penyebab tewasnya tukang becak motor karena kelelahan dan sakit.

“Sementara dugaan kami dia kelelahan dan sakit, sekarang masih diperiksa sama pihak dokter. Dan kita juga masih berusaha menghubungi keluarganya, tapi yang jelas tidak ada tanda vital kekerasan atau lainnya. Kemudian, jasadnya kami bawa ke RSUDAM untuk dilakukan visum,” katanya.

Baca Juga  Dishub: Lebih Baik Tidak Berangkat Daripada Tidak Pernah Sampai

Dari pengakuan seorang pegawai Alfamart, Friska (20) dan Amoy (19) saat membuka toko, melihat jenazah layaknya orang tertidur di atas becak.

\”Saya dan dia (Amoy), itu datang sekitar pukul 6.15 wib, buka toko, saya lihat bapak ini lagi duduk diam, kayak orang tidur, jadi kami cuek,\” ujarnya.

Seperti biasa setelah membuka toko, Friska melakukan aktifitas membersihkan lantai toko. \”Posisi dia (mayat tanpa indentitas), ada di atas lantai toko, ya roda becaknya itu dekat roling door sebelah kiri,\” ucapnya.

Baca Juga  Herman HN Bantah Isu THR Pegawai Dialihkan ke RT

Friska pun mengaku enggan membangunkan, sehingga ia tetap menghiraukan dan mengira masih tidur. \”Kemudian kepala toko datang nanya ke saya, kenapa bapak itu belum bangun-bangun, sedangkan teman-teman yang lainnya sudah pergi,\” tuturnya sembari menirukan ucapan kepala tokonya. (Mel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *