Terbitkan 10.700 Sertifikat di 2017, BPN Balam Lanjutkan PRONA

Redaksi

Rabu, 21 Maret 2018 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPN Bandarlampung, Mujahidin. (Foto: Ist)

Kepala BPN Bandarlampung, Mujahidin. (Foto: Ist)

Bandarlampung (Netizenku): Melalui program Proyek Operasi Nasional Agraria (PRONA), Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bandarlampung berhasil menerbitkan 10.700 sertifikat tanah pada tahun 2017. Sedangkan pada tahun 2018 ini, BPN Bandarlampung belum menetapkan target, lantaran masih dalam tahap pengkajian.

Kepala BPN Bandarlampung, Mujahidin mengatakan, untuk menyukseskan program PRONA ditahun 2018, dirinya mengaku telah memanggil seluruh camat yang ada di Bandarlampung.

Baca Juga  Patung Soekarno Berdiri di Taman Wisata Kuliner Kota Bandarlampung

“Tujuannya agar mengetahui jumlah total lahan yang belum mengantongi sertifikat. Dan untuk 2018 masih belum kita berikan target, tapi kita juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan program ini” ujar Mujahidin kepada Netizenku, Rabu (21/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, penerbitan 10.700 serifikat tanah ditahun 2017 merata hingga seluruh kecamatan di Kota Tapis Berseri. “Untuk 2017 perbitan sertifikat itu merata di 20 kecamatan, tapi kalau ditanya kecamatan mana yang paling banyak, kita harus buka dulu datanya, takuit salah ngomong saya,” paparnya.

Baca Juga  Covid-19 Meluas di Lampung, Pelanggar Prokes Disanksi Denda

Mujahidin juga menjelaskn, bahwa untuk penerbitan sertifikat tanah melalui PRONA tidak dipungut biaya atau gratis. Namun, terdapat biaya administriasi untuk pekerja lapangan sebesar 1% dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

“Contohnya begini, jika terdapat masyarakat membeli tanah dengan harga Rp100  juta, maka untuk penerbitan serifikat dipungut biaya sebesar Rp1 juta atas dasar 1% dari NJOP,” pungkasnya.(Agis)

Berita Terkait

Dinilai Lalai, Komisi IV akan Panggil Pengelola RS Graha Husada
Dishub akan Tata Ulang Parkir di Bandarlampung
Dewan Beri Peringatan Keras Soal Insiden Kebocoran Oksigen RS Graha Husada
Tabung Oksigen Bocor, Puluhan Pengunjung RS Graha Husada Berhamburan Keluar
FGD AMSI, Guru Besar Unila Rekomendasi Literasi Digital di Sekolah
MTQ ke-53 Tingkat Bandarlampung Dimulai
Perilaku Konsumen Dinilai Jadi Faktor Munculnya Parkir Liar
Polemik Maskot Kera, Raja Sekala Brak Kepaksian Belunguh: Siapa yang berjuang, Orang Lain yang Jadi Pahlawan

Berita Terkait

Selasa, 28 Mei 2024 - 21:10 WIB

Mulyono: Mirza Sosok yang Sederhana

Selasa, 28 Mei 2024 - 20:48 WIB

Benarkah BMBK Lampung Bagi-bagi PL untuk Pengamanan Proyek?

Selasa, 28 Mei 2024 - 16:54 WIB

BMBK Klaim Anggarkan 5,1 Miliar untuk Perbaikan Jalan Viral di Tubaba

Selasa, 28 Mei 2024 - 16:31 WIB

Disdik Lampung Catat 45 Sekolah Penggerak SMA dan SLB

Selasa, 28 Mei 2024 - 15:52 WIB

Lampung Raih Rekor MURI Budidaya Ayam Petelur dan Jadi Pionir NKV

Selasa, 28 Mei 2024 - 15:32 WIB

Dewan Beri Peringatan Keras Soal Insiden Kebocoran Oksigen RS Graha Husada

Selasa, 28 Mei 2024 - 09:59 WIB

FGD AMSI, Guru Besar Unila Rekomendasi Literasi Digital di Sekolah

Senin, 27 Mei 2024 - 21:13 WIB

AMSI Lampung: Budaya Literasi Bisa Dimulai dari Website Sekolah

Berita Terbaru

Lampung

Mulyono: Mirza Sosok yang Sederhana

Selasa, 28 Mei 2024 - 21:10 WIB

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung, Hermawan. (Foto: Ist)

Bandarlampung

Dinilai Lalai, Komisi IV akan Panggil Pengelola RS Graha Husada

Selasa, 28 Mei 2024 - 21:02 WIB

Gedung Dinas BMBK Lampung. Foto: Luki.

Lampung

Benarkah BMBK Lampung Bagi-bagi PL untuk Pengamanan Proyek?

Selasa, 28 Mei 2024 - 20:48 WIB

Foto: Ist

Bandarlampung

Dishub akan Tata Ulang Parkir di Bandarlampung

Selasa, 28 Mei 2024 - 19:47 WIB