Covid-19 Meluas di Lampung, Pelanggar Prokes Disanksi Denda

Redaksi

Minggu, 24 Januari 2021 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Operasi Yustisi Disiplin Protokol Kesehatan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandarlampung membubarkan pengunjung di Kafe Selebriti pada Minggu (24/1) pukul 01.35 WIB dinihari. Foto: Netizenku.com

Operasi Yustisi Disiplin Protokol Kesehatan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandarlampung membubarkan pengunjung di Kafe Selebriti pada Minggu (24/1) pukul 01.35 WIB dinihari. Foto: Netizenku.com

Bandarlampung(Netizenku.com): Operasi Yustisi Disiplin Protokol Kesehatan di Kota Bandarlampung gencar dilakukan dalam sepekan terakhir.

Tim yang terdiri dari personel BPBD, TNI/Polri, Satpol PP yang tergabung dalam Satgas Penanganan Covid-19, baik Kota Bandarlampung maupun Provinsi Lampung, mulai menyisir lokasi-lokasi keramaian di Kota Tapis Berseri.

Dinas Pariwisata dan Dinas Perizinan Kota Bandarlampung turut serta dalam operasi yustisi tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Operasi Yustisi penegakan disiplin Protokol Kesehatan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Gubernur bersama 15 Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung dan Forkopimda di Gedung Pusiban Pemerintah Provinsi setempat pada Selasa (19/1) lalu.

Kasus penularan Covid-19 di Provinsi Lampung mengalami tren peningkatan dengan bertambahnya 8 wilayah Zona Merah yaitu Kabupaten Pringsewu, Kota Bandarlampung, Kota Metro, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Tanggamus, dan Kabupaten Lampung Timur.

Sejak Pemerintah Provinsi mengumumkan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di bulan Maret 2020, hingga saat ini belum ada penurunan 50 persen dari puncak kasus.

Sabtu (23/1) pukul 10.00 WIB malam, Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Yan Budi Jaya memimpin apel tim gabungan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandarlampung di Sekretariat BPBD setempat.

Kapolresta Kombes Pol Yan Budi Jaya menyampaikan amanat Wakapolda Lampung Brigjen Pol Subiyanto.

Baca Juga  PKS Bandar Lampung Bentuk Koordinator Kelurahan untuk Pemenangan Pemilu

\”Penambahan kasus harian di Bandarlampung disikapi serius oleh Bapak Wakapolda. Perintah beliau mulai hari ini, dan ke depannya, kita harus lebih keras dan tegas lagi menertibkan protokol kesehatan di masyarakat,\” kata dia.

Wakapolda Brigjen Pol Subiyanto berharap Peraturan Daerah (Perda) yang sudah diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung dapat dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota.

Pemerintah Provinsi menerbitkan Perda Nomor 3 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 tertanggal 23 Desember 2020.

Perda AKB tersebut mengatur sanksi denda administratif, teguran lisan, teguran tertulis, bagi masyarakat dan pelaku usaha yang melanggar disiplin protokol kesehatan.

Pada Bab IX Pasal 92 Ayat 2 sanksi denda perorangan dikenakan sebesar satu juta rupiah, sementara sanksi denda bagi penanggung jawab usaha sebesar Rp5 juta.

Menurut Kapolresta Kombes Pol Yan Budi Jaya, sanksi denda bisa memberikan efek bagi masyarakat untuk tertib dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

\”Denda bisa meminimalisir pelanggaran protokol kesehatan. Kita harus patuhi, siapapun itu, terlepas dari keluarga, anak, istri, bayar saja dendanya,\” ujar dia.

Namun Kapolresta menyampaikan penerapan sanksi dari Perda itu belum bisa dilaksanakan karena pengadilan sedang lockdown.

Pada malam itu, Operasi Yustisi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dengan kekuatan 46 personel dibagi dalam dua tim.

Baca Juga  Balitbangkes Temukan Varian Delta Tersebar di Lampung

Tim Satu menyisir tempat hiburan dan kafe di sepanjang Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Diponegoro, Lungsir, Jalan Rasuna Said, Jalan Hasanudin, Jalan Yos Sudarso, sampai Panjang.

Tim Dua dimulai dari Bundaran Tugu Gajah, Jalan Sudirman, Jalan Gajah Mada, Jalan Pangeran Antasari, Jalan Tirtayasa.

Sementara personel BPBD dan Dinas Perhubungan tetap siaga di Sekretariat BPBD.

Tepat pukul 23.00 WIB, Kapolresta Kombes Pol Yan Budi Jaya yang tergabung dalam Tim Satu bersama Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandarlampung mengawali penyisiran tempat hiburan dan kafe dari wilayah Panjang.

Dengan diguyur hujan sepanjang malam hingga Minggu (24/1) pukul 02.00 WIB dinihari, Tim Satu mendatangi MGM Place of Entertainment, Eternal Cafe Live Music, Tanaka Karaoke, New Intan Live Music, Hotel Novotel, Southbank, Nudi, Selebriti, dan Mixology.

Di tempat-tempat hiburan dan kafe tersebut, Dinas Pariwisata dan Dinas Perizinan memeriksa kelengkapan surat izin operasional sementara Kapolresta dan Satgas Penanganan Covid-19 menyosialisasikan Perda Nomor 3 Tahun 2020 dan imbauan menerapkan 3M; memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak, kepada para pengunjung kafe.

Di tiga tempat hiburan terakhir; Southbank, Nudi, Selebriti, Kapolresta Kombes Pol Yan Budi Jaya meminta agar para pengunjung segera membubarkan diri dan pulang karena kegiatan kafe telah melewati pukul 00.00 WIB.

Baca Juga  BKD Bandarlampung Gelar Lelang Jabatan Pertama di Era Eva Dwiana

Jam operasional tempat hiburan dan kafe dibatasi hingga tepat tengah malam ketika wabah Covid-19 semakin meluas.

\”Seluruh tempat hiburan yang kita masuki hampir semua melanggar protokol kesehatan. Kita sarankan di atas pukul 00.00 WIB sudah tutup untuk mengurangi potensi kerumunan,\” kata Kombes Pol Yan Budi Jaya.

Selain menerapkan Perda Nomor 3 Tahun 2020 bagi pelanggar protokol kesehatan, pihak kepolisian juga akan memberlakukan Maklumat Kapolri bagi pelaku usaha dan perorangan.

\”Saya mengatasnamakan Satgas Covid-19 Kota Bandarlampung, kita tidak akan segan-segan dan tebang pilih, semua sama, yang melanggar protokol kesehatan pasti kita tindak tegas dan keras dengan Maklumat Kapolri dan Perda provinsi,\” tegas Kapolresta Kombes Pol Yan Budi Jaya saat mengakhiri giat Operasi Yustisi di Mixology.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandarlampung, Ahmad Nurizky, menyampaikan bagi para pelaku usaha yang melanggar disiplin protokol kesehatan akan diberikan sanksi berupa teguran lisan, teguran tertulis, penghentian sementara kegiatan, penutupan sementara, hingga penghentian tetap.

\”Pengelola tempat hiburan harus mengindahkan Perda Provinsi Lampung. Ketika kita tidak menghormati dan menghargai Perda ini, kita sama-sama yang akan merasakan akibatnya,\” kata dia. (Josua)

Berita Terkait

YKWS: Banjir di Balam Bukan Semerta Bencana Alam
Libur Lebaran, Lonjakan Wisata Balam Capai 30 Persen
Tak Hanya Citra Garden, Pengembang Perumahan Diminta Proaktif
Soal Banjir, Dewan Nilai Pemkot Balam bak Pemadam Kebakaran
Awal Mei PDI-P Balam Buka Penjaringan, Eva Dwiana Masih Miliki Kans
PLN UID Lampung Siap Amankan Pasokan Listrik Idul Fitri 1445H
PGN Pastikan Layanan Gas Bumi Aman dan Handal Selama Idul Fitri 1445 H
5.752 WBP Kanwil Kemenkumham Lampung Diusulkan RK Idul Fitri 2024

Berita Terkait

Jumat, 19 April 2024 - 20:05 WIB

Disnaker Lampung Bakal Turunkan Tim Pengawas dan Mediator untuk Selesaikan Permasalahan THR

Jumat, 19 April 2024 - 19:59 WIB

Disnaker Lampung Catat 13 Pengaduan Ikhwal THR

Jumat, 19 April 2024 - 19:49 WIB

Realisasi penyaluran KUR Peternakan Lampung Capai Rp1,51 triliun

Kamis, 18 April 2024 - 21:58 WIB

Umar Ahmad dan Sinyalemen Dukungan PDI Perjuangan

Kamis, 18 April 2024 - 20:42 WIB

Gubernur Arinal Ajak Semua Pihak Wujudkan Lampung Sebagai Lumbung Ternak Nasional

Kamis, 18 April 2024 - 19:49 WIB

DPD PDI Perjuangan Santai Tanggapi Rumor Umar Ahmad-Edi Irawan

Kamis, 18 April 2024 - 13:38 WIB

Lampung Memperkaya Kalender Pariwisata dengan 90 Kegiatan Tahun 2024

Kamis, 18 April 2024 - 12:42 WIB

6 Trayek Baru Angkutan Perintis Lampung Diajukan

Berita Terbaru

Ilustrasi THR. Foto: Ist.

Lampung

Disnaker Lampung Catat 13 Pengaduan Ikhwal THR

Jumat, 19 Apr 2024 - 19:59 WIB