oleh

Bandarlampung Kembali Raih KLA Predikat Madya 2021

Bandarlampung (Netizenku.com): Pemerintah Kota Bandarlampung kembali menerima penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Predikat Madya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Anugerah Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak Tahun 2021 disiarkan secara langsung melalui siaran YouTube @KemenPPPA, Kamis (29/7).

Sedikitnya 4 daerah di Provinsi Lampung berhasil meraih Penghargaan KLA Predikat Madya yaitu Kota Bandarlampung, Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Pesawaran, dan Kabupaten Tulang Bawang.

Sementara 9 daerah meraih Penghargaan KLA Predikat Pratama yaitu Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Pringsewu, Kota Metro, Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Way Kanan, dan Kabupaten Pesisir Barat.

Atas pencapaian tersebut, Provinsi Lampung juga mendapatkan penghargaan dari Kementerian PPPA atas upaya dalam membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) di seluruh kabupaten/kota wilayah administrasi Provinsi Lampung.

Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, mengapresiasi provinsi yang telah membentuk UPTD PPA dan daerah yang menerima Penghargaan KLA Tahun 2021 atas segala upaya dan kerja sama yang telah diberikan.

Baca Juga  Inovasi Dukcapil Sumbang Nilai Tertinggi KLA Bandarlampung

“Semoga penghargaan ini tidak hanya dilihat sebagai tujuan akhir tetapi sebagai penyemangat untuk semakin maju dalam memenuhi hak dan melindungi anak di daerah masing-masing,” kata Bintang Puspayoga sapaan akrab Menteri PPPA.

Dia berharap daerah yang telah mendapatkan prestasi baik, dapat menjadi inspirasi dan membagikan praktik-praktik baiknya bagi daerah lain. Sehingga dapat bergerak bersama menciptakan lingkungan yang positif, sportif, dan ramah anak menuju Indonesia Layak Anak Tahun 2030 dan Indonesia Emas Tahun 2045.

Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana usai mengikuti kegiatan anugerah Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak 2021 secara virtual di Command Center Diskominfo setempat mengapresiasi kinerja Gugus Tugas KLA Kota Bandarlampung, khususnya Dinas PPPA.

“Semua bekerja keras dan alhamdulillah kita mendapatkan peringkat Madya. Mudah-mudahan tahun depan kita mendapatkan yang lebih baik lagi,” ujar dia.

Baca Juga  Fraksi di DPRD Sepakat Lanjutkan Pembahasan RAPBD TA 2019

Eva Dwiana berharap orang tua sebagai kunci utama pengawasan anak-anak bisa memberikan yang terbaik terlebih pada kondisi pandemi Covid-19 dalam hal pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah.

“Sekarang segala sesuatunya melalui Zoom tetap kita mendampingi, pantau dengan baik, menjadi yang terbaik untuk anak-anak semuanya,” kata dia.

Penilaian Lewat Verifikasi Mandiri

Kepala Dinas PPPA Kota Bandarlampung, Sri Aisyah, melalui Kabid Anak Ruth Dora menyampaikan penilaian dilakukan lewat verifikasi mandiri dengan mengisi kuisioner yang disediakan oleh pusat.

“Kita tidak diverifikasi lapangan kemarin itu karena keterbatasan waktu dan SDM-nya serta kondisi saat ini. Kalau mereka turun bisa jadi kita naik level Nindya,” ujar Dora ketika dihubungi pada Kamis (29/7) sore.

Ada 5 tingkatan Predikat dan Nilai Kabupaten/Kota Layak Anak yang ditetapkan Kemen PPPA yakni Pratama (500-600), Madya (600-700), Nindya (700-800), Utama (800-900), KLA (900-1.000).

Baca Juga  Bantu Anak Korban Covid-19, Eva Dwiana: yang terpapar tidak memberikan informasi

Sejak 2019, kata Dora, Pemerintah Kota Bandarlampung telah melakukan evaluasi dan sejumlah peningkatan dalam upaya memenuhi lima klaster hak anak dalam kebijakan KLA yaitu hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, serta perlindungan khusus.

“Kami sempat komplain juga ke kementerian, kami 2 tahun ini banyak sekali perkembangan dan perubahan di kota ini. Tapi mereka tidak turun dan melihat langsung, hanya berdasarkan kuisioner yang kita isi,” kata dia.

Dora memaparkan sejumlah indikator yang telah dipenuhi oleh pemerintah Kota selama dua tahun terakhir, di antaranya Taman Bermain Anak Kalpataru yang sudah dinilai bertahap secara nasional, tempat ibadah ramah anak, serta pembentukan asosiasi sahabat anak.

“Tapi ya bersyukur kita masih mendapatkan penghargaan walau kurang puas karena kita tidak bisa menunjukkan hal-hal yang sudah kita lakukan di tahun 2020,” tutup dia. (Josua)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *