oleh

Arinal Dukung Sinkronisasi Data Kependudukan

Bandarlampung (Netizenku): Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, mendukung penuh sinkronisasi dan integrasi data Kependudukan antara Pendataan Keluarga (PK) 2020, yang dilaksanakan BKKBN. Kemudian Sensus Penduduk (SP) 2020 yang dilaksanakan BPS, beserta data Disdukcapil. Hal itu guna menghasilkan satu data kependudukan di Provinsi Lampung.
“Integrasi pelaksanan kegiatan ini merupakan peluang untuk saling melengkapi kebutuhan data agar dapat dimanfaatkan dengan optimal,” ujar Gubernur, saat menerima audiensi dari BPS Provinsi Lampung dan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Lampung di Ruang Kerja Gubernur, Senin, ( 6/1).
Sinkronisasi data, menurut Gubernur, harus dilakukan secara berkelanjutan tidak berhenti hanya pada Sensus Penduduk 2020. Dalam melakukan perencanaan dan evaluasi pembangunan, pemerintah memerlukan data berkualitas. Sebagai acuan dalam perumusan kebijakan, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan masyarakat maupun setiap aktivitas pelaku usaha/bisnis.
Sementara itu, Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Lampung Uliantina Meiti menyampaikan pelaksanaan PK 2020 akan bersinergi dengan BPS dan Disdukcapil.
Disampaikannya, Pendataan Keluarga (PK) menjadi sesuatu yang penting bagi pemerintah dalam membuat basis data keluarga bagi Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).
PK menghasilkan data keluarga dan individu \”by name by address\” yang menjadi sasaran intervensi program yang dapat ditelusuri dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa, sampai dengan tingkat RW/RT bahkan keluarga sebagai unit analisis terkecil.
“Basis data ini menghasilkan profil Pasangan Usia ubur (PUS), keluarga dengan balita, keluarga dengan remaja, keluarga dengan lansia yang tidak tersedia secara lengkap pada sumber data manapun kecuali melalui pelaksanaan PK,” kata Uliantina.
Sedangkan Kepala BPS Yeane Irmaningrum mengatakan Sensus Penduduk 2020 bakal memadukan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), sehingga didapatkan single data.
“SP 2020 ini akan menggunakan metode kombinasi yaitu menjadikan data Dukcapil sebagai data dasar untuk melakukan pendataan di lapangan. Dalam pelaksanaannya BPS akan mereplikasi data Dukcapil yang selanjutnya digunakan sebagai basis data SP 2020\” jelas Yeane.
Yeane berharap tidak ada lagi perbedaan data kependudukan. Konsep secara de facto dan de jure bisa dihasilkan melalui SP 2020.
Penduduk de facto yakni dilihat berdasarkan tempat tinggal, sedangkan de jure dilihat berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) tambah Yeane.
\”Sensus Penduduk 2020 akan diawali dengan sensus penduduk online selama Februari hingga Maret 2020. Pada tahap ini diharapkan partisipasi aktif masyarakat dengan mengisi formulir elektronik melalui sensus.bps.go.id. Setelah tahap ini selesai, bagi penduduk yang belum berpartisipasi pada sensus penduduk online akan dicacah pada Juli 2020,\” ucapnya. (LENI)

Baca Juga  Sekda Tegaskan Tewasnya Personil BPBD Bandarlampung Lantaran Tak Sesuai SOP

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *