Aliansi Masyarakat Way Khilau Tuntut Usut Tuntas Proyek SPAM Rp8 Miliar

Soheh

Senin, 14 Juli 2025 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Way Khilau, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pesawaran.

Pesawaran (Netizenku.com): Mereka menuntut agar kasus dugaan korupsi pada proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun 2022 senilai Rp8 miliar segera diusut tuntas hingga ke akarnya.

Proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian PUPR itu dinyatakan rampung 100 persen, namun hingga kini belum berfungsi. Air bersih yang diharapkan masyarakat tak kunjung mengalir.

Baca Juga  NasDem Pesawaran Bagikan 22 Ribu Masker untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator aksi, Okvia Niza, menyampaikan kekecewaannya terhadap proyek tersebut yang menurutnya sarat kejanggalan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

“Ini proyek hilang tanpa jejak. Ada perpindahan pengelolaan dari Dinas Perkim ke Dinas PUPR yang dilakukan tanpa dokumen pendukung yang memadai,” tegas Okvia di depan kantor Kejari, Senin (14/7/2025).

Baca Juga  NasDem Pesawaran Bagikan 22 Ribu Masker untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik

Ia menduga adanya permainan dalam proyek ini. Realisasi di lapangan dinilai sangat jauh dari perencanaan awal. Saluran baru yang dijanjikan dalam proyek, ternyata hanya memanfaatkan jaringan lama milik PDAM.

“Sebanyak 1.600 kepala keluarga masih kesulitan air bersih, sementara proyek diklaim selesai 100 persen. Kami tidak menuduh, tapi fakta di lapangan terlalu janggal untuk diabaikan,” ujarnya.

Baca Juga  NasDem Pesawaran Bagikan 22 Ribu Masker untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik

Aliansi Masyarakat Way Khilau pun menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka mendesak Kejari segera bertindak dan menegaskan bahwa pelaporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menjadi konsekuensi logis jika penanganan kasus di tingkat lokal berjalan lamban.

“Kami akan pantau terus. Jika perlu, eskalasi ke KPK bukan ancaman, tapi langkah nyata,” pungkas Okvia. (*)

Berita Terkait

NasDem Pesawaran Bagikan 22 Ribu Masker untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik
Warga Bernung Keluhkan Bau Limbah Dapur MBG Dekat Permukiman dan Musala
Pemkab Pesawaran Gelar FGD Penyusunan ADEM
Tekan Stunting, Pemkab Pesawaran Sosialisasikan Perencanaan Keluarga
Rakor Kades, Bupati Pesawaran Tekankan Respons Cepat dan Optimalisasi PBB
Ground Breaking Jalan Pesisir Pesawaran Dimulai, Akses Wisata Ditargetkan Lebih Lancar
BPS Pesawaran Canangkan Desa Cantik 2026
Bimtek Posyandu di Pesawaran, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 14:54 WIB

Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kemarau

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:20 WIB

PPM Bandarlampung Gandeng Kodim 0410/KBL Gelar LKBB Tingkat SMP

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:57 WIB

Bunda Eva Siapkan 5 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan, Tahun Depan Tambah 50 Titik

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:05 WIB

LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:19 WIB

HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Bandar Lampung Peroleh Bantuan 300 Bedah Rumah BSPS

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:30 WIB

Pemkot Ajak Warga Jaga Kerukunan, Rawat Perbedaan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:51 WIB

Pemkot Perkuat Tata Kelola Program

Berita Terbaru

E-Paper

Lentera Swara Lampung | 167 | Rabu, 9 September 2026

Rabu, 9 Sep 2026 - 02:29 WIB

Lampung

Fraksi PKB DPRD Lampung Rotasi Penugasan Anggota di AKD

Selasa, 8 Sep 2026 - 19:27 WIB