Lampung Tengah (Netizenku.com): Dalam rangka Milad Aisyiyah ke-107, Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Kalirejo menyelenggarakan Diskusi Terbuka dengan tema “Membangun Perlindungan dan Pencegahan Kekerasan dalam Lingkup Keluarga dan Pendidikan”.
Salah satu narasumber, Jeni Rahmawati, menyampaikan tentang bahaya Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik (KSBE) atau kekerasan di ruang publik. Ia menjelaskan bahwa cyberbullying merupakan kasus yang sering terjadi di lingkungan pendidikan bahkan keluarga. Hal ini dapat berdampak pada kesehatan mental bahkan fisik korban.
Jeni juga mengajak para ibu di Kalirejo untuk dapat menjaga tumbuh kembang anak supaya tidak mengalami kekerasan tersebut.
“Ibu-ibu harus mengetahui tanda-tanda anak yang mengalami kekerasan, seperti perubahan perilaku, menjadi pendiam, atau mudah marah,” ujar Jeni.
Diskusi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kekerasan dan bagaimana mencegahnya.
“Kita harus bersama-sama membangun lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan, khususnya bagi anak-anak,” kata Ketua PRA Kalirejo, Zulyana Masamba.
Kekerasan adalah masalah yang serius dan dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik korban. Kita harus bersama-sama membangun lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan, khususnya bagi anak-anak.
Diskusi terbuka ini merupakan salah satu upaya PRA Kalirejo untuk mewujudkan masyarakat yang bebas dari kekerasan. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, masyarakat dapat lebih sadar dan peduli terhadap isu kekerasan dan bersama-sama membangun lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua.
Diskusi ini juga membahas tentang berbagai bentuk kekerasan lainnya, seperti kekerasan fisik, kekerasan verbal, dan kekerasan emosional. Para narasumber memberikan tips kepada para ibu tentang bagaimana cara mengatasi kekerasan dan bagaimana melindungi anak-anak dari kekerasan.
Selain itu, diskusi ini juga memberikan informasi tentang lembaga-lembaga yang dapat membantu korban kekerasan. Para ibu didorong untuk melaporkan kasus kekerasan kepada pihak yang berwajib.
Diskusi ini mendapat sambutan yang positif dari para peserta yang antusias mengikuti diskusi, dan banyak yang bertanya kepada narasumber.
PRA Kalirejo berharap dapat menyelenggarakan kegiatan serupa di masa depan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang bahaya kekerasan. (Rls/Len)