Ajak Pemuda Renungi Kebhinekaan, Klasika Kembali Bagikan Kurma

Redaksi

Selasa, 29 Mei 2018 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Sukses dengan kuliah ramadhan (Kurma) pada tahun 2017 lalu, kini Kelompok Studi Kader (Klasika) kembali menggelar Kurma II.

Diketahui, agenda ini merupakan kegiatan rutin KLASIKA di bulan ramadhan. Kurma II kali ini akan dibagi menjadi 2 sesi, pertama akan dilaksanakan pada tangga 2 hingga 3 Juni 2018, kemudian dilanjutkan pada 7 hingga 8 Juni 2018.

Kegiatan ini diselenggarakan di Rumah Ideologi Klasika yang beralamat di Jalan Sentot Ali Basa, Gang Pembangunan A5, Sukarame, Bandarlampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penanggungjawab Program Klasika, Een Riansah mengatakan, Kurma II mengangkat tema Renung Kebhinekaan. Menurut dia, tema ini diusung karena belakangan ini muncul kembali tindak radikalisme di Indonesia yang mengatasnamakan agama.

\”Mulai dari pemberontakan napi di Mako Brimob, peledakan bom di tiga gereja di Surabaya yang disusul dengan serangan di Mabes Polresta Surabaya, hingga teror bom di Mall Transmart Lampung. Peristiwa-peristiwa tersebut sangat berpotensi menimbulkan konflik umat beragama di Indonesia. Dengan diangkatnya tema ini diharapkan dapat menjaga nilai toleransi di masyarakat khususnya para pemuda,\” ujar Een kepada Netizenku.com, Selasa (29/5).

Baca Juga  3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

Pada kesempatan ini, Klasika mengundang beberapa aktivis, akademisi serta pejabat dari kampus ternama di Bandarlampung sebagai narasumber. Mereka adalah Rektor Universitas Malahayati Muhammad Kadafi, Wakil Rektor III Unila, Aom Karomani, Dosen Hukum UIN Raden Intan, Siti Mahmudah, dan Chepry Chaeruman Hutabarat selaku Founder Klasika.

Een juga menerangkan, bahwa salah satu cara untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat adalah dengan membuka ruang-ruang diskusi yang bersifat edukatif prihal pemahaman kebangsaan.

Baca Juga  Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS

“Belum usai masalah bangsa ini atas kebodohan, kemiskinan dan korupsi yang seakan tak ada habisnya, aksi terorisme oleh kelompok yang mengatasnamakan agama semakin membuat masyarakat cemas dan trauma akan keberagaman. Maka salah satu tindakan yang paling masif untuk memberikan edukasi pada masyarakat akan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan adalah terus membuka ruang-ruang diskusi bagi masyarakat,\” pungkasnya.(Agis)

Berita Terkait

Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS
3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama
Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum
Fadli Zon Jadikan Lampung Panggung Pernyataan Pentingnya Pelestarian Budaya
Kampanye Anak Indonesia Hebat, Purnama Wulan Sari Mirza Ajak Perkuat Pendidikan Karakter Anak Usia Dini

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 19:15 WIB

Hendry Kurniawan Pimpin PDBI Lampung Selatan, Fokus Pembinaan dan Prestasi

Kamis, 23 April 2026 - 19:03 WIB

Menara Siger Residence I Mulai Dibangun, 30 Unit Ludes Terjual

Senin, 13 April 2026 - 19:21 WIB

PDAM Tirta Jasa Lampung Selatan Raih TOP BUMD Awards 2026

Sabtu, 4 April 2026 - 15:39 WIB

Bupati Egi Tinjau Longsor Gunung Rajabasa

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:37 WIB

Dukung Pariwisata Lamsel, Aburizal Bakrie dan Zulkifli Hasan Kunjungi Grand Elty

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:05 WIB

Pemkab Lamsel Bantah Isu PHK Massal PPPK

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:05 WIB

Kehadiran Bupati Egi Warnai Buka Puasa PWI Lampung Selatan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 16:20 WIB

Bupati Egi Tinjau Banjir di Jati Agung, 160 KK Terdampak

Berita Terbaru