oleh

Ada Suara Korban Mengaku asal Lampung di Reruntuhan Hotel Gempa-Tsunami Sulteng

Lampung (Netizenku.com): Seorang warga asal Lampung bernama Fitri diduga tertimbun reruntuhan puing Hotel Roa Roa, dalam musibah gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng).

\”Di dalam Hotel Roa Roa yang runtuh di Palu ada korban berteriak tolong namanya Fitri dari Lampung,\” ujar Tommy, wartawan salah satu tv swasta dalam grup WhatsApp di Lampung, Minggu sore (30/9/2018) sekira pukul 17.00 WIB.

Menurut dia, identitas lengkap korban belum diketahui. Tim SAR sedang membantu mengeluarkannya dari dalam reruntuhan

Baca Juga  BNPB: Gempa dan Tsunami Palu, Korban Meninggal 384 Orang

\”Korban cuma berteriak minta tolong \’saya Fitri asal Lampung\’. Dalam Hotel Roa Roa diprediksi ada 56 tamu di dalam\” kata Tommy lagi.

Sementara itu, satu hari setelah gempa 7,4 SR yang menghantam Palu, Sulteng, masih banyak korban yang diduga tertimpa puing bangunan.

Mereka bahkan terus mengirimkan sinyal pertolongan kepada warga sekitar. Salah satunya mengaku berasal dari Lampung bernama Fitri itu.

\”Di Ramayana masih ada sinyal minta pertolongan. Dia masih hidup di sana,\” kata Kasubdit Operasi Basarnas, Agus Hariono di Palu, Sulteng, Minggu (30/9/2018).

Baca Juga  Innalillahi, Korban Meninggal Gempa-Tsunami Palu-Donggala 832 Jiwa

Pihak Basarnas terus mengupayakan evakuasi korban dengan memberikan makanan dan minuman sehingga korban dapat terus dapat bertahan hidup.

Sementara itu, Direktur Operasi Basarnas Brigjen (Mar) Bambang Suryoaji mengatakan ada beberapa lokasi yang menjadi pusat evakuasi pihaknya.

Di lokasi-lokasi itu diduga masih banyak korban yang selamat meski tertimpa puing bangunan.

\”Lokasinya ada di hotel Roa Roa, Perumnas Balaroa, Pantai Talise, dan Supermarket Ramayana,\” sebutnya.

Baca Juga  Bantu Masyarakat Palu-Donggala, Arinal-Nunik \'Lelang\' Suara

Khusus Hotel Roa-roa dan Ramayana, diperkirakan masih banyak kornan yang belum berhasil dievakuasi di sana.

\”Dugaan kita masih banyak korban yang masih hidup,\” sambungnya.

Hingga pagi tadi, korban meninggal yang terdata oleh pihak Basarnas berjumlah 388 orang dan warga yang berhasil dievakasui berjumlah 138 orang.

\”Data ini yang kami terima dan belum dipadukan dengan data-data yang berada di posko utama,\” kata dia. (lan/dtc)

Komentar