Merasa Diperbudak, Driver Grab Unjuk Rasa

Redaksi

Senin, 13 Agustus 2018 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Setelah beberapa waktu lalu para driver Go-jek melakukan unjuk rasa, kini giliran driver Grab yang melakukan hal serupa. Masalah yang disampaikan pun tak jauh berbeda, yakni masalah trip yang ditambah dan bonus insentif yang dikurangi.

Ratusan driver ojek online (Grab) demo di Kantor Grab Lampung, Jalan Kiai H. Ahmad Dahlan, Pahoman, Telukbetung Utara, Bandarlampung, Senin (13/8). Koordinator aksi, Denny mengatakan, tuntutan mereka adalah masalah asuransi keselamatan kerja, insentif, dan tanggungjawab aplikator terkait permasalahan yang dihadapi driver di lapangan.

Baca Juga  Solar Tumpah, Jalan Saleh Raja Kusuma Licin

Menurut dia, sampai saat ini pihak aplikator tidak memfasilitasi asuransi keselamatan kerja. Sehingga apa yang terjadi dilapangan sepenuhnya tanggunjawab driver. Padahal selama ini pihak aplikator terah diuntungkan dengan adanya mitra yang bekerja siang malam di jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian terkait insentif, jika awal awal keberadaan Grab di Lampung, aplikator memberikan insentif Rp115 ribu jika driver menyelesaikan 20 trip. Namun kali ini trip dinaikkan menjadi 25, tapi insentif malah diturunkan menjadi Rp100 ribu. \”Ini bukan disejahterakan, tapi kami malah ingin diperbudak oleh Grab,” kata dia.

Baca Juga  Eva Dwiana Bagikan 10 Ribu Bendera Merah Putih

Massa pun menegaskan akan kembali pada Rabu (15/8) mendatang dengan membawa anggota lebih banyak lagi. Jika tuntutan tidak dikabulkan, mereka mengancam akan membalas perlakuan pihak aplikayor yang memperbudak driver.

\”Rabu kami datang kembali menuntut jawaban, bukan tidak, tapi iya, kalau tidak mau diselesaikan secara kekeluargaan, kami balas dengan sistem juga. Kami berangkat bukan dari ketakutan tapi ingin menyampaikan hak, saya tidak akan sampaikan apa yang akan terjadi hari Rabu kalau tidak dikabulkan tuntutan kami,\” tegasnya.

Baca Juga  1,19 Juta Wisatawan Datang ke Bandar Lampung

Menurut dia, pihak aplikator memang bagus diawal awal, namun belakangan sangat memberatkan driver. \”Pelan pelan digerogoti dengan sistem, jangankan nafas darahpun dihisap. Tuntutan kami harga mati,\” kata dia.

Berita Terkait

Gerak Jalan Beregu Pramuka Bandar Lampung Dorong Semangat Kebersamaan
APBD Perubahan Bandar Lampung Disepakati, Pemkot Kejar Realisasi Program dalam Tiga Bulan
Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kemarau
PPM Bandarlampung Gandeng Kodim 0410/KBL Gelar LKBB Tingkat SMP
Bunda Eva Siapkan 5 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan, Tahun Depan Tambah 50 Titik
LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi
HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda
Eva Dwiana jadi inspektur upacara HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:46 WIB

Gubernur Lampung Instruksikan RSUDAM Berbenah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Marindo Lantik Gadriyanto Abung sebagai Kasatpol PP dan Lukman Pura Direktur RSUDAM

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Pemprov Lampung Dorong Penguatan Kepemimpinan Perempuan melalui Kaderisasi Bandarlampung —

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Lampung Raih Penghargaan BSSN, 100 Persen Kabupaten/Kota Miliki TTIS Teregistrasi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Pemprov Lampung Dorong ITERA Jadi Pusat Inovasi dan Hilirisasi Komoditas Unggulan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Limbah PT Indo Thai Coco Diduga Cemari Sumur Warga, DPRD Lampung Desak DLH Bertindak

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pemprov Lampung Rayakan Kemenangan Timnas Indonesia

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Manajer Minisocer PWI Lampung Dorong Tim Perkuat Fisik dan Mental Jelang Porwanas

Berita Terbaru

Lampung

Gubernur Lampung Instruksikan RSUDAM Berbenah

Selasa, 6 Okt 2026 - 22:46 WIB