Komisi V DPRD Provinsi Lampung berharap direktur baru Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) mampu melanjutkan program positif yang telah dirintis pendahulunya, Imam Ghozali, sekaligus melakukan pembenahan manajemen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Lampung (Netizenku.com): Sekretaris Komisi V DPRD Lampung, Elly Wahyuni, mengatakan pergantian pimpinan merupakan hal yang wajar dalam birokrasi. Namun, perubahan kepemimpinan tidak seharusnya menghentikan program yang telah berjalan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Mutasi jabatan itu hal yang wajar dalam birokrasi ASN. Semua program yang dilakukan direktur lama, yang baik-baik kita ambil. Kalau memang programnya baik, harus diteruskan,” kata Elly saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (20/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Elly, keberlanjutan program menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan RSUDAM sebagai rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Lampung. Ia berharap direktur baru dapat mempertahankan capaian yang sudah ada sekaligus menghadirkan inovasi untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Ia menyebut, Imam Ghozali sebelumnya memiliki tujuan menjadikan RSUDAM sebagai rumah sakit kebanggaan masyarakat Lampung. Karena itu, program yang sejalan dengan tujuan tersebut perlu dilanjutkan oleh pimpinan baru.
“Tujuannya Pak Imam waktu itu ingin membuat RSUD Abdul Moeloek menjadi rumah sakit kebanggaan Pemerintah Provinsi Lampung. Harus kita dukung. Kalau direktur yang baru tidak meneruskan program-program yang baik, berarti tidak bersinergi,” tegasnya.
Elly menyatakan Komisi V DPRD Lampung mendukung kepemimpinan direktur baru RSUDAM. Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong penguatan manajemen, peningkatan kualitas pelayanan, serta penyelesaian berbagai persoalan internal rumah sakit.
Salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian, kata Elly, adalah komunikasi antara petugas dan pasien. Menurutnya, penyampaian informasi yang jelas mengenai prosedur pelayanan dapat mencegah kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan kekecewaan masyarakat.
“Komisi V ingin memastikan agar tidak terjadi kesalahan yang lebih serius dalam pelayanan. Kalau soal pelayanan, ada pepatah, karena nila setitik rusak susu sebelanga. Masyarakat tentu menginginkan pelayanan yang cepat,” jelasnya.
Ia menjelaskan, pelayanan kepada pasien, termasuk peserta BPJS Kesehatan, harus mengikuti ketentuan dan prosedur yang berlaku. Meski demikian, pihak rumah sakit perlu memastikan pasien dan keluarga memahami tahapan pelayanan yang harus dijalani.
Selain itu, keterbatasan ruangan dan fasilitas juga menjadi tantangan yang perlu diperhatikan oleh direktur baru, terutama ketika ruang perawatan intensif atau intensive care unit (ICU) telah terisi penuh.
“Kita akui bahwa rumah sakit umum masih memiliki banyak kekurangan, terutama dari segi ruangan dan fasilitas. Kalau ruang ICU sudah penuh, bagaimana mereka bisa memaksakan untuk menerima pasien jika memang tidak ada kapasitas lagi?” ujarnya.
Ia menekankan keterbatasan tersebut dapat diimbangi dengan pengelolaan pelayanan yang lebih baik, termasuk komunikasi yang transparan kepada pasien dan keluarga mengenai kondisi kapasitas rumah sakit.
Tak hanya itu, Elly juga mendorong direktur baru memberikan perhatian terhadap kesejahteraan tenaga kesehatan. Persoalan internal yang sebelumnya mencuat dalam aksi demonstrasi diharapkan dapat segera diselesaikan agar tidak berlarut-larut dan mengganggu suasana kerja.
Menurutnya, kesejahteraan tenaga kesehatan perlu menjadi bagian dari perhatian manajemen untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif sehingga pelayanan kepada pasien dapat berjalan optimal.
Untuk membahas berbagai persoalan tersebut, Komisi V DPRD Lampung berencana menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama pihak RSUDAM. Pertemuan itu akan membahas anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), program kerja, serta berbagai persoalan yang memerlukan penjelasan dari manajemen rumah sakit.
“Nanti kita RDP berkaitan dengan APBD. Minggu depan akan terbuka semua permasalahan yang ada di rumah sakit umum, kita tanyakan,” katanya.
Elly berharap direktur baru RSUDAM dapat menjalankan kepemimpinan secara berkesinambungan dengan mempertahankan program positif pendahulunya sekaligus melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Dengan langkah tersebut, RSUDAM diharapkan semakin berkembang sebagai rumah sakit rujukan kebanggaan masyarakat sekaligus mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi warga Lampung. (*)








