Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Lampung mendesak pemerintah segera membenahi sejumlah persoalan yang dinilai masih berdampak langsung terhadap masyarakat.
Lampung (Netizenku.com): Desakan tersebut disampaikan mahasiswa saat menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Provinsi Lampung, Jumat (18/9/2026). Dalam aksi itu, mahasiswa membawa 14 tuntutan yang mencakup sektor infrastruktur, pelayanan publik, lingkungan, pangan, hingga pemberdayaan UMKM.
Koordinator aksi, Raco dari Universitas Bandar Lampung (UBL), mengatakan berbagai tuntutan tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu persoalan yang disuarakan mahasiswa yakni pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama ketersediaan air bersih di tengah kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah.
“Kami menuntut pemerintah menjamin air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, melakukan audit total pelayanan kesehatan, dan memaksimalkan transportasi umum di Lampung,” ujar Raco dalam orasinya.
Selain kebutuhan dasar dan pelayanan publik, mahasiswa menyoroti kondisi infrastruktur jalan. Mereka meminta pemerintah meningkatkan pemeliharaan jalan serta mengambil tindakan terhadap kendaraan yang melanggar ketentuan dimensi dan muatan atau over dimension over loading (ODOL).
“Kami juga menuntut optimalisasi pemeliharaan jalan di Lampung, tindakan tegas terhadap kendaraan ODOL, serta optimalisasi penerangan jalan,” katanya.
Menurut Raco, persoalan jalan menjadi salah satu perhatian mahasiswa karena masih ditemukan ruas jalan yang mengalami kerusakan di sejumlah wilayah Lampung. Mereka juga meminta adanya evaluasi terhadap tarif tol yang berlaku di daerah tersebut.
“Kami menuntut evaluasi total tarif tol di Lampung dan menghadirkan bursa pangan,” lanjutnya.
Di sektor ekonomi kerakyatan, mahasiswa meminta pemerintah memberikan ruang usaha yang lebih memadai bagi pelaku UMKM. Mereka juga mendorong pelaksanaan reforma agraria yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat.
“Kami menuntut disediakan ruang usaha bagi UMKM dan diwujudkan reforma agraria untuk rakyat,” kata Raco.
Isu lingkungan juga menjadi bagian dari 14 tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut. Mahasiswa meminta pemerintah melakukan pembenahan terhadap sistem pengelolaan sampah sekaligus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.
“Kami juga menuntut pembenahan total pengelolaan sampah dan mengusut tuntas tambang ilegal di Way Kanan,” tegasnya.
Melalui aksi tersebut, mahasiswa meminta berbagai persoalan yang mereka sampaikan tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi ditindaklanjuti pemerintah melalui kebijakan dan langkah konkret. (*)








