Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA mendukung penguatan kerja sama media di kawasan Asia-Pasifik, termasuk kolaborasi untuk menghadapi tantangan disrupsi informasi di era digital.
Lampung (Netizenku.com): Dukungan tersebut disampaikan Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA Virgandhi Prayudantoro saat menjadi pembicara dalam sesi pleno Forum Media Asia-Pasifik (Asia-Pacific Media Forum/APMF) di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China, Sabtu.
“ANTARA sepenuhnya mendukung dan siap mempromosikan konsensus Forum Media Asia-Pasifik Shenzhen 2026, termasuk untuk mengatasi tantangan disrupsi informasi digital,” kata Virgandhi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Forum Media Asia-Pasifik yang diselenggarakan Pemerintah China tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju penyelenggaraan KTT Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Shenzhen pada 18-19 November 2026.
Forum bertema “Membangun Jalan Menuju Kemakmuran Bersama bagi Komunitas Asia-Pasifik: Konsensus dan Aksi Media” itu dihadiri sekitar 400 peserta dari 40 negara dan wilayah, termasuk perwakilan 220 media arus utama, lembaga pemikir, serta institusi terkait.
Virgandhi mengatakan kerja sama antarmedia di kawasan dapat diperkuat melalui berbagai inisiatif, seperti pelaporan bersama, pembelajaran kolaboratif, dan pertukaran pengetahuan regional.
“Bersama-sama, kita dapat memperdalam kerja sama media melalui inisiatif pelaporan bersama, pembelajaran kolaboratif, dan berbagi pengetahuan regional—menyediakan platform yang kuat untuk pertukaran intelektual dan dukungan bagi anggota APEC,” ujarnya.
Ia menjelaskan ANTARA memiliki posisi strategis sebagai kantor berita nasional Indonesia sekaligus bagian dari sejarah perjalanan bangsa. ANTARA menjadi media massa pertama yang menyiarkan berita mengenai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Saat ini, ANTARA memiliki jaringan di seluruh provinsi Indonesia melalui 32 biro domestik serta dua biro internasional di Kuala Lumpur dan Beijing.
“ANTARA menjalin kemitraan komersial dan nonkomersial dengan media di seluruh dunia, termasuk kolaborasi pertukaran berita dengan Xinhua yang telah berlangsung sejak 1957,” kata Virgandhi.
Menurut dia, jaringan yang luas, sejarah panjang, dan peran strategis tersebut menempatkan ANTARA sebagai salah satu pilar penting dalam ekosistem informasi Indonesia.
Hal itu, lanjutnya, sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kerja sama internasional demi terciptanya keadilan dan kemakmuran bersama.
“ANTARA bertekad untuk memberikan pemberitaan yang berwibawa, mendokumentasikan peristiwa-peristiwa penting, dan berkolaborasi dengan mitra global untuk membina komunitas Asia-Pasifik,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China (PKC) Li Shulei mengatakan China ingin bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendorong perkembangan kawasan Asia-Pasifik.
“Dalam menghadapi ancaman terhadap perekonomian dunia, China akan terus bekerja bersama negara-negara dan masyarakat di kawasan Asia-Pasifik dengan berpegang pada prinsip saling menghormati dan saling percaya,” kata Li.
Ia mendorong negara-negara Asia-Pasifik untuk mempertahankan keterbukaan, menentang proteksionisme sepihak, serta mengurangi dampak ketidakpastian situasi internasional.
“Kita perlu memperkuat kerja sama media Asia-Pasifik. Saya berharap Anda sekalian dapat memanfaatkan keunggulan masing-masing, meningkatkan transparansi dan inovasi, serta bersama-sama mengembangkan media Asia-Pasifik,” ujarnya.
ANTARA dan Nanfang Media Group Teken MoU
Pada forum tersebut, LKBN ANTARA juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Nanfang Media Group, salah satu media arus utama China yang berkantor pusat di Guangzhou, Provinsi Guangdong.
Selain ANTARA dan Nanfang Media Group, terdapat tujuh dokumen kerja sama lainnya yang ditandatangani sejumlah media arus utama dari berbagai negara.
Kesepakatan tersebut antara lain melibatkan People’s Daily dengan Grup Penerbitan Nasional Peru; Kantor Berita Xinhua dengan Kementerian Informasi Myanmar; China Media Group (CMG) dengan Grup Media Internasional RT Rusia; China Daily dengan Sin Chew Daily Malaysia; China International Communications Group (CICG) dengan RT TV Rusia; China News Service dengan Asia Times Hong Kong; serta Shenzhen Media Group dengan Global Alliance of Business Newspaper Hong Kong.
Pertemuan tersebut juga membentuk panitia Program Kemitraan Media Asia-Pasifik yang terdiri atas 16 lembaga media dari China dan sejumlah negara lain, di antaranya Rusia, Vietnam, Indonesia, Malaysia, Peru, Kanada, Kamboja, dan Pakistan.
Sekretariat program tersebut akan dikelola oleh Kantor Berita Xinhua. (*)








