Peduli TB Lampung Diluncurkan, Percepat Penemuan Kasus Menuju Eliminasi TB 2030

Tauriq Attala Gibran

Sabtu, 5 September 2026 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat upaya percepatan penanggulangan tuberkulosis (TB) melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya dengan meluncurkan website Peduli TB Lampung yang menyediakan informasi, skrining awal secara mandiri, serta akses layanan penanganan TB bagi masyarakat.

Lampung (Netizenku.com): Website tersebut diluncurkan Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus bersama Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela Octavianus di Emersia Hotel & Resort Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026).

Peduli TB Lampung merupakan inovasi hasil kolaborasi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dan Pemerintah Provinsi Lampung sebagai bagian dari penguatan upaya penanggulangan TB di daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masyarakat dapat mengakses layanan tersebut melalui laman peduli-tb.lampungprov.go.id. Di dalamnya tersedia informasi mengenai tuberkulosis, fasilitas skrining awal secara mandiri, serta informasi akses layanan bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Untuk melakukan skrining, masyarakat cukup membuka laman Peduli TB Lampung melalui peramban, mengisi data diri, kemudian menjawab sejumlah pertanyaan terkait gejala mayor dan minor TB. Setelah seluruh pertanyaan dijawab, hasil skrining akan ditampilkan sebagai langkah awal untuk menentukan tindak lanjut.

Baca Juga  Mendes PDT Tegaskan KDMP Berjalan, Finalisasi 35 Ribu Gudang dan Gerai

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat penemuan kasus secara aktif sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat dalam penanggulangan TB.

“Nilai penting dari inovasi ini adalah bagaimana kita membuat masyarakat bisa melakukan skrining awal secara mandiri. Cita-cita saya, ini akan disebarluaskan kepada masyarakat melalui pintu-pintu penerbangan, pintu-pintu pelabuhan, dan berbagai tempat lainnya,” ujar Jihan.

Menurut Jihan, percepatan penanggulangan TB membutuhkan gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, hingga masyarakat.

Ia menegaskan, penanganan TB tidak dapat hanya mengandalkan puskesmas dan rumah sakit pemerintah. Jejaring penemuan serta pelaporan kasus perlu diperkuat dengan melibatkan rumah sakit swasta, klinik, maupun praktik mandiri.

“Kita tidak akan cukup kalau hanya mengandalkan Puskesmas dan rumah sakit daerah. Kita perlu memperkuat jejaring, termasuk praktik mandiri, rumah sakit swasta, dan klinik swasta, untuk bersama-sama melakukan penemuan dan penanganan kasus,” katanya.

Jihan mengatakan Pemprov Lampung terus melakukan percepatan untuk mencapai target eliminasi TB pada 2030. Hingga akhir Agustus 2026, capaian penemuan kasus TB di Lampung mencapai 39 persen dari estimasi 30.745 kasus.

Baca Juga  Sahdana Desak Audit Menyeluruh Bank Syariah Way Kanan, Minta Dirut hingga Jajaran Diperiksa

“Kita tidak ingin menunggu tahun 2030 baru bergerak cepat. Tahun-tahun menuju 2030 inilah yang harus kita manfaatkan untuk melakukan akselerasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, TB bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berdampak terhadap aspek sosial dan ekonomi karena dapat memengaruhi produktivitas masyarakat.

Karena itu, Pemprov Lampung mendorong penguatan penemuan kasus, investigasi kontak, pemberian pengobatan pencegahan tuberkulosis (TPT), serta keterlibatan seluruh pemerintah kabupaten/kota dalam penanggulangan TB.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus mengapresiasi inovasi Peduli TB Lampung dan langkah Pemprov Lampung dalam mempercepat penanggulangan tuberkulosis.

“Saya kagum bahwa website yang akan diluncurkan ini diinisiasi oleh Ibu Wakil Gubernur bersama teman-teman PDPI,” ujar Benjamin.

Benjamin menilai Lampung memiliki capaian yang baik dalam penanganan TB. Menurutnya, angka keberhasilan penanganan dan pengobatan pasien TB di Lampung mencapai 92 persen dan menjadi salah satu capaian terbaik di Indonesia.

Namun, ia menilai aspek pencegahan dan penemuan kasus masih perlu diperkuat agar rantai penularan TB dapat diputus lebih cepat.

“Untuk urusan pengobatan kasus yang sudah ditemukan, Provinsi Lampung adalah salah satu yang terbaik di Indonesia. Yang perlu kita perkuat sekarang adalah pencegahan dan penemuan kasus,” katanya.

Baca Juga  Temu Wilayah Pesantren Warnai Harlah ke-28 PKB, Perkuat Sinergi Ciptakan Lingkungan Aman

Kementerian Kesehatan, lanjut Benjamin, akan mendukung penguatan skrining dan penemuan kasus TB di Lampung, termasuk melalui pemanfaatan perangkat X-ray portabel serta peningkatan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan.

Kemenkes juga menyiapkan dukungan operasional untuk kegiatan skrining serta insentif bagi kader TB yang membantu pengawasan, pendampingan, dan pelaporan di tingkat desa.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pengukuhan Koalisi Organisasi Profesi Indonesia untuk Penanggulangan Tuberkulosis (KOPI TB) se-Provinsi Lampung Tahun 2026.

Keberadaan KOPI TB diharapkan memperkuat kolaborasi berbagai organisasi profesi dalam penanggulangan TB, mulai dari penemuan kasus, pengobatan, pencegahan, hingga pendampingan masyarakat.

Melalui peluncuran Peduli TB Lampung dan penguatan kolaborasi lintas sektor, Pemprov Lampung mendorong penanggulangan TB yang lebih aktif dan menjangkau masyarakat secara luas.

Penguatan penemuan kasus, investigasi kontak, pengobatan pencegahan, serta kolaborasi pemerintah kabupaten/kota dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian dari strategi Lampung mempercepat eliminasi tuberkulosis menuju target Zero TB Indonesia 2030. (*)

Berita Terkait

ANTARA Dukung Penguatan Kerja Sama Media Asia-Pasifik Hadapi Disrupsi Digital
Warga Bandar Lampung Diimbau Waspada Paparan Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
BULOG Turun Serentak ke Pasar, Stok Beras Lampung Capai 264.884 Ton
Pemprov Lampung dan Kejati Perkuat Sinergi Kawal Program Pemerintah dan Pelayanan Publik
DPRD Lampung Soroti SLHS Dapur MBG
Mendes PDT Tegaskan KDMP Berjalan, Finalisasi 35 Ribu Gudang dan Gerai
Gubernur Lampung Dorong KDMP Ubah Pola Ekonomi Desa agar Nilai Tambah Tak Mengalir ke Kota
Gubernur dan DPRD Lampung Sepakati 11 Aspirasi Ojol untuk Disampaikan ke Pemerintah Pusat

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 11:53 WIB

ANTARA Dukung Penguatan Kerja Sama Media Asia-Pasifik Hadapi Disrupsi Digital

Sabtu, 5 September 2026 - 23:19 WIB

Warga Bandar Lampung Diimbau Waspada Paparan Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Sabtu, 5 September 2026 - 19:48 WIB

BULOG Turun Serentak ke Pasar, Stok Beras Lampung Capai 264.884 Ton

Sabtu, 5 September 2026 - 14:24 WIB

Pemprov Lampung dan Kejati Perkuat Sinergi Kawal Program Pemerintah dan Pelayanan Publik

Jumat, 4 September 2026 - 20:29 WIB

DPRD Lampung Soroti SLHS Dapur MBG

Jumat, 4 September 2026 - 19:51 WIB

Mendes PDT Tegaskan KDMP Berjalan, Finalisasi 35 Ribu Gudang dan Gerai

Jumat, 4 September 2026 - 19:25 WIB

Gubernur Lampung Dorong KDMP Ubah Pola Ekonomi Desa agar Nilai Tambah Tak Mengalir ke Kota

Kamis, 3 September 2026 - 19:42 WIB

Gubernur dan DPRD Lampung Sepakati 11 Aspirasi Ojol untuk Disampaikan ke Pemerintah Pusat

Berita Terbaru