Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, mulai mematangkan langkah revitalisasi kawasan budaya Uluan Nughik agar tidak hanya menjadi ruang pajangan budaya, tetapi berkembang sebagai pusat etnografi interaktif, sarana edukasi nonformal, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat berbasis kebudayaan lokal.
Tulang Bawang Barat (Netizenku.com): Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Persiapan Focus Group Discussion (FGD) Etnografi Rumah Badik yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tubaba, Ir. Iwan Mursalin, S.Si., M.M., M.T., di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Selasa (21/7/2026).
Rapat tersebut turut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Plt. Asisten III Bidang Administrasi Umum, serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Tubaba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, Sekretaris Daerah Iwan Mursalin menyampaikan bahwa pengembangan kawasan Uluan Nughik merupakan bagian dari upaya optimalisasi aset daerah agar memiliki manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Mengutip arahan Bupati Tubaba, ia menegaskan bahwa kawasan yang meliputi Nuwo Badik, Rumah Tubaba Cerdas, Sekolah Kesenian, Studio Keramik Tanoh Nughik, hingga deretan rumah adat tersebut harus menjadi ruang yang aktif dengan berbagai kegiatan budaya dan ekonomi kreatif.
“Uluan Nughik tidak boleh hanya menjadi kawasan yang pasif. Kita ingin ada aktivitas yang hidup, seperti kegiatan pembelajaran seni, proses pembuatan kerajinan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat yang dapat memberikan nilai tambah,” ujar Iwan.
Menurutnya, Pemkab Tubaba akan mengambil peran sebagai fasilitator dan pendukung promosi bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta seniman lokal.
“Melalui kolaborasi lintas sektor, produk kerajinan dan karya budaya khas Tubaba diharapkan mampu memiliki pasar yang lebih luas,” kata dia.
Untuk tahap awal, Pemkab Tubaba akan melakukan langkah efisiensi dengan memprioritaskan pembenahan ringan, pembersihan kawasan, serta inventarisasi aset yang melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Lingkungan Hidup (LH).
Selain itu, sejumlah OPD akan mengambil peran strategis dalam menghidupkan kawasan tersebut.
“Dinas Pendidikan akan menyiapkan program kunjungan edukatif bagi pelajar mulai dari tingkat PAUD hingga pendidikan menengah untuk mengenalkan seni, budaya, dan kriya lokal,” pintanya.
Sementara Dinas Koperindag dan UKM bersama Bapperida akan melakukan pemetaan serta pendampingan terhadap pelaku UMKM agar memiliki ruang promosi produk yang representatif. Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama OPD terkait juga akan mendukung pengarsipan sejarah serta penyusunan narasi promosi budaya Tubaba.
Pemkab Tubaba optimistis kawasan Uluan Nughik dapat menjadi destinasi budaya unggulan baru, sebagaimana keberhasilan kawasan Islamic Center Tubaba dalam menarik perhatian masyarakat. Pengembangan tersebut akan mengedepankan daya tarik alami melalui pengalaman langsung pengunjung terhadap budaya dan kreativitas masyarakat lokal.
“Setiap orang yang datang ke Uluan Nughik dapat menjadi bagian dari promosi budaya Tubaba. Ketika masyarakat melihat proses pembuatan kriya, ruang belajar yang nyaman, dan karya seni yang menarik, daya tarik itu akan tumbuh dengan sendirinya,” kata Sekda.
Melalui FGD Etnografi Nuwo Badik ini, seluruh OPD terkait ditargetkan segera menyelesaikan pengumpulan data dan dokumen etnografi sebagai bahan penyusunan blueprint pengembangan kawasan Uluan Nughik yang akan dibahas pada tahap berikutnya.(*)








