Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Provinsi Lampung menjadi titik awal kepemimpinan baru di tubuh partai berlambang bintang mercy tersebut. Edy Irawan Arief resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Lampung periode 2026–2031.
Lampung (Netizenku.com): Penetapan itu berlangsung di Hotel Grand Mercure Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026), setelah Edy menjadi satu-satunya calon yang memenuhi persyaratan dukungan sesuai mekanisme AD/ART Partai Demokrat.
Terpilihnya Edy tak hanya menandai pergantian kepemimpinan di tingkat provinsi, tetapi juga menjadi awal konsolidasi organisasi sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menegaskan bahwa Musda bukan hanya agenda memilih ketua. Menurutnya, yang lebih penting adalah membangun kekompakan seluruh kader agar partai mampu kembali meraih kepercayaan masyarakat.
“Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperkuat konsolidasi internal. Kekompakan seluruh kader menjadi modal utama untuk merebut kembali kepercayaan masyarakat dan memenangkan Pemilu 2029,” ujar Herman.
Ia mengatakan Demokrat Lampung memiliki pengalaman meraih kemenangan besar pada Pemilu 2009. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi semangat bagi seluruh kader untuk kembali membesarkan partai di Provinsi Lampung.
Herman menilai semakin kuat posisi Demokrat, semakin besar pula peluang partai memberikan kontribusi bagi masyarakat melalui kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
Sementara itu, Edy Irawan Arief menyatakan fokus awal kepemimpinannya adalah memperkuat konsolidasi hingga ke tingkat bawah. Menurutnya, soliditas organisasi menjadi fondasi utama sebelum menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Penguatan soliditas internal menjadi prioritas utama usai Musda VI. Sinergi seluruh tingkatan kepengurusan merupakan modal penting bagi Partai Demokrat dalam menghadapi agenda politik ke depan.” Tegasnya.
Dalam waktu dekat, DPD Partai Demokrat Lampung akan melakukan penguatan struktur organisasi dan konsolidasi di seluruh tingkatan kepengurusan. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi partai untuk memperluas basis dukungan masyarakat dan meningkatkan perolehan suara pada Pemilu 2029. (*)








