Lampung Punya Potensi PLTS Ratusan MW, Tapi Kapan Dibangun?

Ilwadi Perkasa

Minggu, 4 Januari 2026 - 02:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PLTS Terapung Cirata

PLTS Terapung Cirata

LAMPUNG memiliki potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung ratusan megawatt di bendungan-bendungan besarnya. Namun hingga kini, seluruh potensi itu masih berhenti di tahap rencana, tanpa satu pun proyek yang diumumkan siap dibangun atau memiliki tenggat waktu pasti.

Narasi yang ada, memang Pemerintah Provinsi Lampung menempatkan pengembangan PLTS terapung sebagai bagian dari strategi menuju kemandirian energi dan penguatan bauran energi terbarukan. Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, menyebut kebutuhan listrik Lampung saat ini mencapai sekitar 1.300 megawatt, dengan sekitar 300 megawatt masih dipasok dari luar daerah, terutama Sumatera Selatan.

Ketergantungan tersebut, menurut dia, mendorong pemerintah daerah mencari sumber energi baru yang lebih ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan tenaga surya. Rencana itu diarahkan pada pembangunan PLTS terapung di sejumlah bendungan besar seperti Batutegi, Way Sekampung, dan Margatiga, dengan pemanfaatan sekitar 20 persen dari luas genangan.

Baca Juga  DPRD Lampung Soroti Pengawasan Lapak Kurban Musiman Jelang Iduladha

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masalahnya, hingga kini pengembangan PLTS terapung tersebut masih berada pada tahap pemetaan potensi dan penjajakan kerja sama. Belum ada kepastian kapan proyek mulai dikonstruksi, berapa kapasitas awal yang akan dibangun, serta apakah proyek tersebut sudah masuk dalam daftar prioritas PLN.

Padahal, PLTS terapung merupakan proyek padat modal yang sangat bergantung pada kepastian pembelian listrik. Tanpa jaminan serapan listrik oleh PLN dan skema tarif yang bankable, rencana tersebut sulit menarik investor dan berisiko berhenti di level dokumen perencanaan.

Jika dibandingkan dengan PLTS Terapung Cirata di Jawa Barat yang telah beroperasi, perbedaan utamanya terletak pada kepastian kebijakan. Proyek Cirata masuk ke Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN, memiliki skema pembelian listrik yang jelas, serta didukung penuh oleh pemerintah pusat sejak awal. Faktor-faktor inilah yang belum terlihat secara konkret dalam rencana PLTS terapung Lampung.

Baca Juga  Sinergi Sumbagsel, Mirza dan Tokoh Nasional Bersatu Percepat Pembangunan

Sesungguhnya, Lampung telah melampaui target nasional bauran energi terbarukan. Saat pemerintah pusat menargetkan 23 persen, Lampung telah mencapai sekitar 30 persen. Ini menunjukkan bahwa tantangan Lampung ke depan bukan lagi menambah angka bauran, melainkan memastikan proyek energi baru benar-benar masuk tahap eksekusi.

Potensi yang dipaparkan pemerintah daerah pun terbilang besar. Bendungan Margatiga diperkirakan memiliki potensi PLTS hingga lebih dari 460 megawatt, Batutegi sekitar 420 megawatt, dan Way Sekampung 165 megawatt. Namun pengalaman di berbagai daerah menunjukkan, potensi teknis yang besar tidak selalu berbanding lurus dengan kapasitas yang realistis dibangun dalam jangka pendek.

Baca Juga  Sekda Lampung Marindo Kurniawan Motivasi Lulusan Teknik Unila Hadapi Bonus Demografi dan Tantangan Masa Depan

Target Pemprov Lampung untuk meningkatkan kapasitas pembangkitan hingga 2.000 megawatt dari energi terbarukan juga dinilai ambisius. Tanpa peta jalan yang rinci, misalnya proyek mana yang dibangun lebih dulu, berapa megawatt tahap awal, dan kapan listriknya mulai mengalir ke jaringan. Target tersebut sulit diukur kemajuannya.

Lebih dari sekadar pemetaan dan optimisme, publik di Lampung membutuhkan kejelasan keputusan satu proyek yang benar-benar ditetapkan, satu tenggat waktu yang bisa diuji, dan satu kapasitas awal yang realistis.

Tanpa itu, rencana PLTS terapung Lampung berisiko terus menjadi cerita lama. Potensi besar yang berulang kali dibicarakan, tetapi tak kunjung menyala.***

Berita Terkait

Bupati Lampung Selatan Dukung Pergantian Kepala BGN, Siap Perkuat Program Makan Bergizi Gratis
ghofur, Pasir Laut Tidak Direkomendasikan untuk Konstruksi Jalan
DPRD Lampung Soroti Rencana Anggaran Rp10 Miliar untuk SMA Siger
Dewan Pendidikan Ajak Publik Awasi SPMB 2026
Sekber Siber Pantau MBG Menunggu Penertiban BGN di Lampung
Gubernur Lampung Dukung Kepemimpinan Baru BGN Perkuat Program MBG
Ketua DPRD Lampung Sambut Kepemimpinan Baru BGN
Pemprov Lampung Sosialisasikan E-Reviu untuk Perkuat Pengawasan dan Tata Kelola Daerah

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:38 WIB

BGN Kelewat Pede, KPK Dengungkan “Tanda Bahaya”

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:39 WIB

Dramaturgi Geleng-Angguk MBG

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:53 WIB

Bunda Eva (Memang) Bukan Margaret Thatcher

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:55 WIB

Sekber Pantau MBG Lampung, “Nggak Ada Gunanya?”

Rabu, 29 April 2026 - 13:27 WIB

Porsi Menu MBG Lampung Jauh Panggang dari Api

Senin, 27 April 2026 - 10:28 WIB

Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Minta MBG Berlanjut Puluhan Tahun, Gurih ya?

Minggu, 26 April 2026 - 13:20 WIB

Saat Keputusan Gubernur Tentang MBG Lampung Diteken, Ratusan Siswa Keracunan

Jumat, 24 April 2026 - 12:41 WIB

MBG Lampung Beruntung “Dikawal” Duet Kakak Beradik

Berita Terbaru

Lampung

Dewan Pendidikan Ajak Publik Awasi SPMB 2026

Rabu, 3 Jun 2026 - 14:49 WIB