Di Balik Sebuah Foto: Upaya Membuka Mata Publik atas Kerja Pemerintah

Tauriq Attala Gibran

Senin, 29 Desember 2025 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pagi hari di ruang Sula Abung, Kantor Gubernur Lampung, deru pendingin ruangan belum sepenuhnya mengusir embun yang menempel di kaca. 

Lampung (Netizenku.com): Namun di dalam ruangan itu, kilatan kamera sudah lebih dulu bekerja, saling berkejaran menangkap momen. Di sanalah Festival Foto Akhir Tahun IJP Lampung dimulai. Sebuah pertemuan yang bukan hanya merayakan visual, tetapi mengajak pemerintah membuka mata publik lewat jejak gambar yang berbicara.

Di tengah suasana itu, Ketua IJP Lampung Abung Mamasa berdiri dengan nada suara yang pelan namun tegas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi pewarta, foto bukan sekadar dokumentasi. Ia adalah jendela.

Jendela yang memungkinkan masyarakat melihat apa yang dikerjakan pemerintah, tanpa perlu menunggu laporan panjang atau pidato resmi.

“Kami berharap ke depan OPD aktif mempublikasikan foto-foto kegiatannya. Masyarakat berhak tahu apa yang dikerjakan Pemerintah Provinsi Lampung,” kata Abung, saat Sambutan dihadapan Pemerintah Provinsi Lampung, Senin (29/12/2025) pagi.

Dalam nada suaranya tersimpan keprihatinan. Di era digitalisasi, ketika pesan visual bisa dikirim dalam hitungan detik, masih ada OPD yang terakhir mengunggah kegiatan pada 2024, padahal kalender hampir berganti ke 2026.

Baca Juga  Gubernur Lampung Dorong Sinergi Percepatan Program 3 Juta Rumah di Lampung

“Prosesnya tidak payah, semua dalam genggaman. Sayang jika kinerja tidak terdokumentasi,” tambahnya.

Festival Foto yang diinisiasi IJP bukan sekadar lomba. Ia adalah pengingat, stimulus, dan dalam banyak hal teguran yang halus.

Ketika Teguran Berbalut Apresiasi

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, membuka acara dengan senyum yang hangat, namun tutur katanya menyimpan pesan tajam bagi perangkat daerah.

“Atas nama pemprov saya memberi apresiasi. Tapi saya gemes juga sama OPD yang tidak aktif,” katanya, disambut tawa kecil namun penuh makna di ruangan.

Ia menegaskan, instruksi dari gubernur sudah jelas: aktif di media sosial.

Karena masyarakat hari ini tidak lagi menunggu publikasi di papan pengumuman, melainkan menatap layar ponsel setiap saat.

“Humas di masing-masing OPD masih belum paham betul apa yang harus dikerjakan. Banyak kerja, tapi tidak terpublikasi. Akhirnya tidak sampai kepada masyarakat.”

Melalui festival ini, Jihan ingin menegaskan satu hal: publikasi bukan pencitraan, melainkan bukti kerja nyata.

“Foto sangat penting. Redaksi tanpa foto itu kurang sekali. Yang bikin masyarakat ingin membaca adalah foto dan video. Tapi tetap foto harus beretika. Festival ini langkah nyata IJP Lampung,” tuturnya.

Baca Juga  Mahasiswa Malahayati Sosialisasikan Insinerator Minim Asap di Metro Timur

Ketika Sebuah Foto Bicara Lebih Keras dari Seremoni

Salah satu dewan juri menuturkan pandangannya dengan lugas.

Ia melihat perubahan pola dari foto seremoni semata, menuju visual yang menangkap denyut kehidupan masyarakat.

“Dalam komunikasi visual, sudut pandang itu penting. Foto bukan hanya dokumentasi acara. Yang mulai muncul adalah human interest momen, ketepatan waktu, dan sinergi visual. Itulah yang membuat foto bicara. Dan ketika karya bicara, publik mendengar,” kata perwakilan dewan juri Simon Abdurrahman, menyampaikan pesan.

Nada yang Sama dari Sekda Marindo Kurniawan

Sekretaris Daerah Lampung, Marindo Kurniawan, melihat festival ini sebagai bagian dari perubahan budaya kerja.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Diskominfotik dan IJP. OPD sekarang dituntut berinovasi dan menampilkan kegiatannya di media sosial, terutama Instagram,” kata Marindo saat diwawancarai seusai acara.

Ia melanjutkan dengan ajakan yang terasa lebih seperti dorongan moral:

“Ke depan, kita dorong OPD terus aktif menyiarkan kegiatannya agar masyarakat tahu apa yang sedang kita jalankan,” ucapnya.

Ketika Karya yang “Hidup” Menang

Para pemenang diumumkan menjelang penutupan acara.

Bukan soal teknik semata, para juri memilih karya yang hidup karya yang menangkap denyut, bukan sekadar pose.

Baca Juga  Gubernur Mirza Dorong BAZNAS Perkuat Peran Zakat untuk Entaskan Kemiskinan

Juara I – Dinas Peternakan

Juara II – RSUD

Juara III – Dinas Lingkungan Hidup

Favorit – Dispor

Nama-nama itu bukan sekadar daftar pemenang. Mereka adalah simbol bahwa ketika kerja dipotret dengan hati, hasilnya menggugah perhatian publik.

Festival ini dinilai oleh empat dewan juri lintas profesi, memastikan setiap karya mendapat penilaian adil dan berperspektif luas:

  1. Syahroni Yusuf – PWI Lampung
  2. Oyos Saroso – AMSI Lampung
  3. Ardiansyah – PFI Lampung
  4. Simon Abdurrahman – Akademisi

Acara itu diakhiri tanpa tepuk tangan berlebihan. Justru yang tersisa adalah renungan: berapa banyak kerja pemerintah yang hilang karena tidak terdokumentasi?

Berapa banyak momen kerja yang hanya tinggal angin, karena tidak dipotret dan dipublikasikan?

Abung Mamasa menutup dengan harapan sederhana, namun luas maknanya, “Ke depan, kita berharap OPD menunjukkan kinerjanya lewat publikasi. Bukan sekadar untuk lomba, tapi untuk masyarakat. Sebab pada akhirnya, foto bukan hanya gambar. Ia adalah jejak.

Jejak yang membuat publik percaya bahwa kerja pemerintah benar-benar terjadi bukan hanya terdengar, tetapi terlihat,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

RSUD Abdul Moeloek Hadirkan Teknologi DSA untuk Perkuat Layanan Stroke
Kemenag Lampung Tegaskan Tanah 1,72 Hektare di Natar Berstatus Aset Negara
Pemprov Lampung Tangani Ruas Jalan Ketapang-Negara Ratu di Lampung Utara
DPRD Lampung Kejar Penyelesaian 13 Raperda Sebelum 25 November
Wagub Jihan Dorong Mahasiswa Jadi Versi Terbaik Diri di Era Digital
Komisi I DPRD Lampung Dorong Polisi Tingkatkan Pengusutan Kasus Narkoba
Pemprov Lampung Kantongi Rp12,3 Miliar dari Retribusi Pemanfaatan Rumija
Pemprov Lampung dan PTA Bandar Lampung Perkuat Sinergi Tekan Angka Perceraian

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:59 WIB

RSUD Abdul Moeloek Hadirkan Teknologi DSA untuk Perkuat Layanan Stroke

Selasa, 29 September 2026 - 11:06 WIB

Kemenag Lampung Tegaskan Tanah 1,72 Hektare di Natar Berstatus Aset Negara

Senin, 28 September 2026 - 20:10 WIB

Pemprov Lampung Tangani Ruas Jalan Ketapang-Negara Ratu di Lampung Utara

Senin, 28 September 2026 - 18:26 WIB

Wagub Jihan Dorong Mahasiswa Jadi Versi Terbaik Diri di Era Digital

Senin, 28 September 2026 - 16:25 WIB

Komisi I DPRD Lampung Dorong Polisi Tingkatkan Pengusutan Kasus Narkoba

Sabtu, 26 September 2026 - 16:44 WIB

Pemprov Lampung Kantongi Rp12,3 Miliar dari Retribusi Pemanfaatan Rumija

Jumat, 25 September 2026 - 20:27 WIB

Pemprov Lampung dan PTA Bandar Lampung Perkuat Sinergi Tekan Angka Perceraian

Jumat, 25 September 2026 - 15:50 WIB

Hari Tani Nasional, Harga Singkong Lampung Mulai Menguat

Berita Terbaru

Pringsewu

Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur

Senin, 28 Sep 2026 - 19:56 WIB