Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus berupaya memaksimalkan realisasi pendapatan daerah hingga akhir tahun anggaran 2025.
Bandarlampung (Netizenku.com): Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan menyebut pendapatan daerah dari sektor pajak baru mencapai 73,49 persen dari target yang ditetapkan. Namun, ia optimistis dalam sisa tiga bulan ke depan capaian tersebut akan meningkat.
“Prognosis ini sifatnya masih perkiraan. Ke depan realisasi diharapkan bisa lebih tinggi. Semoga bisa tercapai hingga Desember nanti,” ujar Marindo, Selasa (29/9/2025).
Menurutnya, pajak kendaraan bermotor masih menjadi penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lampung. Pemprov telah menjalankan sejumlah program, mulai dari pemutihan pajak, penyediaan akses pembayaran yang lebih mudah, hingga sosialisasi kepada masyarakat.
“Program pemutihan sudah berjalan, pembayaran juga dipermudah. Tetapi belum maksimal, sehingga tiga bulan ke depan harus benar-benar dimaksimalkan,” katanya.
Marindo menegaskan, jika realisasi tidak sesuai target, Pemprov akan melakukan efisiensi belanja daerah dengan tetap memprioritaskan belanja wajib.
“Kita akan pacu pendapatan dan mengefisienkan belanja daerah. Kita berharap tidak terjadi penundaan pembayaran,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bapenda Provinsi Lampung, Selamet Riyadi mengatakan prognosis penerimaan pajak daerah tahun anggaran 2025 menunjukkan tren positif. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) diproyeksikan mencapai 107,31 persen, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 105,63 persen, dan Pajak Rokok dipastikan 100 persen karena merupakan transfer dari pemerintah pusat. (Tauriq)








