Inflasi di Provinsi Lampung tercatat masih terkendali. Namun, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan siap menggelar operasi pasar jika terjadi lonjakan harga yang signifikan.
Bandarlampung (Netizenku.com): Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri secara virtual. Rapat yang dihadiri Sekretaris Daerah, Marindo Kurniawan bersama jajaran Forkopimda ini berlangsung di Ruang Sakai Sambayan, Selasa (2/9/2025).
Kepala Biro Perekonomian Provinsi Lampung, Rinvayanti melaporkan inflasi Lampung secara year on year (YoY) berada di angka 1,05 persen, secara month to month (MtM) tercatat deflasi 1,47 persen, sedangkan secara year to date (YtD) sebesar 0,08 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penyumbang deflasi tertinggi saat ini berasal dari biaya pendidikan SMA dan SMP, bawang putih, serta cabai rawit. Kita akan terus memantau perkembangannya,” ujar Rinvayanti.
Ia menegaskan operasi pasar hanya akan dilakukan jika terjadi lonjakan harga yang signifikan. “Selama harga masih stabil, operasi pasar tidak perlu dilakukan,” jelasnya.
Rinvayanti juga menambahkan, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh Bulog tetap diluncurkan apabila ada permintaan dari daerah dengan harga pangan yang melonjak.
“Saat ini fokus utama kita menjaga harga beras, karena komoditas ini menjadi pemicu inflasi. Penyaluran akan dilakukan di daerah dengan harga tinggi, tetapi tetap memperhatikan agar tidak mengganggu panen petani. Pemantauan dilakukan setiap hari,” pungkasnya. (Tauriq)








