Bandarlampung (Netizenku.com): Perempuan Damar Provinsi Lampung mengecam keras tindakan kekerasan seksual pada saat perayaan valentine day.
Valentine day merupakan hari kasih sayang yang diperingati setiap 14 Februari, biasanya ketika memasuki hari valentine sepasang kekasih saling mengucapkan rasa kasih sayangnya dan saling menukar hadiah.
Kekinian, kaula muda pada saat merayakan valentine day itu identik dengan saling memberikan hadiah coklat dan alat kontrasepsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Perempuan Damar Lampung, Ana Yunita Pratiwi, mengatakan pada saat memasuki hari valentine itu legitimasi seolah-olah hubungan suami istri sebelum menikah merupakan bentuk dari pembuktian cinta.
“Ini yang kita narasi kan pada saat valentine day untuk anti kekerasan seksual,” ujarnya saat diwawancarai melalui telepon Whatsapp, Selasa (14/2).
Menurutnya, tindakan pelecehan seksual dapat terjadi dengan beragam modus. Pada saat valentine day dikatakannya sering terjadi modus kekerasan seksual berasaskan ungkapan rasa kasih sayang.
Diterangkannya, modus kekerasan seksual pada saat valentine day, itu seperti pasangannya melakukan tipu muslihat berasaskan ungkapan kasih sayang yang menjurus pada hubungan suami istri diluar nikah.
“Sering terjadi kekerasan seksual, dengan melakukan tipu muslihat, maupun janji manis,” kata dia.
Dikatakan Ana, kekerasan seksual diluar nikah dapat menimbulkan beragam permasalahan, seperti kehamilan, pengguguran kehamilan. Sehingga dapat berdampak rusaknya karir dan dampak terburuknya kematian dini pada ibu.
Ana pun tidak melarang perayaan valentine day dengan saling bertukar coklat. Asalkan tegas ana tidak ada unsur kekerasan seksual pada saat perayaan valentine day.
“Damar tidak melarang, namun tipu muslihat pada saat valentine day seperti ungkapan kasih sayang dengan berhubungan seksual itu yang dikecam Damar dan dapat dipidanakan bagi pelaku yang melakukan kekerasan seksual,” tutup dia. (Luki)








