Bandarlampung (Netizenku.com): Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung atasi inflasi dengan strategi ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif (4K).s
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Bandarlampung, Tole Dailami mengatakan, pihaknya menjalankan berbagai macam strategi untuk mengendalikan inflasi.
Dilanjutkannya, pihaknya turut melakukan komunikasi yang efektif kepada masyarakat. untuk dapat mencapai ketersediaan pasokan dan pengendalian stabilisasi harga beras di Kota Bandarlampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita melakukan sesuai dengan arahan pusat, yaitu melaksanakan 4K untuk pengendalian inflasi,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (2/2).
Selain melaksanakan program 4K, pihaknya menggelar kegiatan pasar murah di 20 kecamatan dan berkerjasama dengan pihak Bulog.
Dijelaskannya, kegiatan pasar murah yang telah terlaksana selama 2 hari, khususkan untuk penjualan beras bagi masyarakat Kota Bandarlampung bermaksud meminimalisir dampak inflasi.
“Terjadinya kenaikan inflasi di Bandarlampung, didorong oleh kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti, rokok kretek filter, cabai merah, cabai rawit, beras, dan bawang merah,” jelasnya.
Diketahui, saat ini indek harga Konsumen (IHK) Kota Bandarlampung mengalami kenaikan sebesar 0.82 persen pada bulan Januari 2023. Angka inflasi tersebut lebih tinggi dibandingkan pada bulan Desember 2022 sebesar 0,62 persen. (Luki)








