Cegah Penyakit LSD, Dinstan Balam Sosialisasikan Pencegahan

Redaksi

Jumat, 27 Januari 2023 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung sosialisasikan pencegahan dini penyakit Lumpy Skin Disease (LSD). Sosialisasi pengenalan serta pencegahan dini itu dilakukan di Kecamatan Rajabasa, Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung, Jum’at (27/1).

Dinas Pertanian (Dinstan) Bandarlampung, Agustini, mengatakan sosialisasi ini dilakukan agar penyakit jenis baru itu tidak menyebar ke hewan ternak yang ada di Kota Bandarlampung.

Dijelaskannya, penyakit LSD merupakan penyakit baru sejenis cacar pada hewan ternak sapi dan kerbau yang saat ini penyakit itu sudah di Pulau Jawa.

Baca Juga  3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Iapun menuturkan, kendati daging ternak yang terkena penyakit LSD aman untuk dikonsumsi akan tetapi itu, dapat menyebabkan penurunan harga serta membuat sapi ternak menjadi kurus.

“Bandarlampung inikan banyak lintasannya sehingga memungkinkan penularan terjadi akibat sapi yang tertular dari luar Bandarlampung masuk ke Kota,” ujarnya saat diwawancarai.

Baca Juga  Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS

Lebih lanjut, ia menegaskan sosialisasi ini selain memang mengenalkan jenis penyakit baru dilakukan Dinstan Bandarlampung untuk meminimalisir penurunan kualitas daging menjelang hari raya idul fitri.

“Jangan sampai sewaktu idul fitri penyakit itu masuk di Bandarlampung. Makanya kandang peternak perlu dilakukan penyemprotan distenfektan secara rutin,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Peternak Sinar Jaya, Udin, mengatakan akibat sosialisasi yang dilakukan oleh Dinstan Bandarlampung membuat para peternak mengetahui jenis penyakit itu dan dapat meminimalisir penyebaran penyakit LSD di Bandarlampung.

Baca Juga  Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung

“Sebelum sosialisasi belum mengetahui penyakit LSD isi. Saya akan melakukan pengobatan dini seperti yang diterangkan tadi, seperti pemberian telur ataupun gula aren untuk membantu kesehatan hewan ternak,” tutupnya. (Luki)

Berita Terkait

Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas
Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung
Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS
3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama
Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:08 WIB

Menuju Pesantren Ramah Anak, PKB Lampung Gagas Sistem Perlindungan Santri

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:03 WIB

Ketok Palu! DPRD Targetkan 16 Raperda Prioritas dalam Propemperda Lampung 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:47 WIB

Lampung Raih WTP ke-12 Berturut-turut

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:47 WIB

Edukasi Siswa Makassar, Elnusa Petrofin Sosialisasikan Bahaya Blind Spot Mobil Tangki

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:44 WIB

Dukung Satgas Pertamina, Elnusa Petrofin Pastikan Kelancaran Distribusi Energi hingga Wilayah 3T

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:39 WIB

Dukung Swasembada Energi, Elnusa Petrofin Perluas Distribusi dari Hulu hingga Wilayah 3T

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:37 WIB

Kunjungi Fasilitas RTC, Ketua KNKT Apresiasi Transformasi Keselamatan Digital Elnusa Petrofin

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:34 WIB

Hardiknas 2026, Elnusa Petrofin Bekali Ratusan Pelajar Bali Literasi Digital dan AI

Berita Terbaru

Lampung

Lampung Raih WTP ke-12 Berturut-turut

Jumat, 12 Jun 2026 - 13:47 WIB

Tulang Bawang Barat

Kwarcab Pramuka Tubaba Lantik Pengurus PAW, Fokus Kejar Program Strategis

Jumat, 12 Jun 2026 - 10:38 WIB

E-Paper

Lentera Swara Lampung | 160 | Jumat, 12 Juni 2026

Jumat, 12 Jun 2026 - 01:01 WIB