Bandarlampung (Netizenku.com): Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandarlampung klaim realisasi investasi di Bandarlampung pada 2022 mencapai target. Hal tersebut dilaporkan tiap triwulan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Dari pusat BKN menargetkan realisasi investasi sebesar Rp 1,6 triliun, akan tetapi ditriwulan ke 3 tembus Rp 2,7 triliun. Jadi realisasi investasi Bandarlampung overtarget,” ujar Kepala DPMPTSP Bandar Lampung,Muhtadi Arsyad Temenggung, saat diwawancarai di kantornya, Kamis (5/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, ia menerangkan realisasi investasi berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang terdiri dari dari 2 sektor yakni sekunder dan tersier.
Sektor sekunder meliputi industri makanan, kimia farmasi, kimia industri plastik, dan industri mineral. Sedangkan sektor tersier meliputi hotel restoran, perusahaan, perkantoran, perdagangan, refarasi, jasa dan lainya.
“Sektor sekunder capaian Rp 1,44 triliun itu dari PMA sebesar Rp 1,15 triliun dari PMDN Rp 289,5 miliar, dari capaian itu sektor sekunder berasal dari industri makanan Rp 1,27 triliun, kimia farmasi Rp 164,15 miliar, industri karet dan plastik Rp 4,4 miliar, serta logam dan mineral sejumlah Rp 3,9 miliar. Sedangkan untuk sektor tersier itu, nilai investasinya sebesar Rp 1,3 triliun,” terangnya.
Menurutnya, peningkatan nilai investasi yang besar dapat membuat perekonomian Kota Bandarlampung kian meningkat. “Jadi kita berharap investasi di Bandarlampung bukan hanya untuk memenuhi target akan tetapi sebanyak mungkin masuk investasi, karena itu banyak keuangan yang kita peroleh,” pungkasnya.(Luki)








