Bandarlampung (Netizenku.com): Kepala Badan Pengelola Keuangan Anggaran Daerah (BPKAD) Kota Bandarlampung, M. Ramdhan, ungkap realisasi belanja Kota Bandarlampung pada 2022 capai 70 persen. Presentase tersebut tidak memenuhi target anggaran yang telah ditetapkan.
Pihaknya mengatakan, sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung ditargetkan oleh Pemprov Lampung sebesar Rp 3,1 triliun akan tetapi sampai dengan habisnya tahun 2022 Pemkot hanya menghabiskan anggaran belanja sebesar Rp 2,09 triliun sehingga tidak mencapai target yang telah ditetapkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedangkan realisasi pendapatan Pemkot Bandarlampung pada tahun 2022 capai jumlah Rp 2,06 triliun. Pendapatan tersebut hanya 80 persen dari target pemerintah sebesar Rp 2,5 triliun. Menurutnya tidak tercapainya target realisasi belanja dan realisasi pendapatan lantaran kondisi keuangan pemkot yang sedang tidak stabil.
“Realisasi terbesar di Dinas PU dan belanja pegawai juga termaksud besar,” ujarnya saat diwawancarai di Kantor BPKAD Bandarlampung, Rabu (4/1).
Kendati demikian, pihaknya menerangkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandarlampung pada tahun 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 100 miliar dengan total jumlah Rp 600 miliar. Sebelumnya capaian PAD 2021 hanya Rp 500 miliar.
Kenaikan PAD pada tahun 2022 tersebut belum mencapai target yang telah ditentukan sebesar Rp 800 miliar. Target PAD itu telah diturunkan dari sebelumnya pada tahun 2021 sebesar Rp 1,13 triliun.
“PAD tahun 2022 mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun 2021. Mudah-mudahan pada tahun 2023 ini bisa naik lagi,” jelasnya.
Ia menambahkan, mengenai sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan (Silfa) pada tahun 2022 masih ada. “Silfa tahun 2022 sebesar Rp2,89 Miliar,” tambahnya. (Luki)








