Bandarlampung (Netizenku.com): Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandarlampung mengharapkan program permakan untuk para lansia Kota Bandarlampung tidak dihilangkan pada tahun 2023. Hal tersebut lantaran program permakan besutan Kementrian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) dinilai sangat membantu meringankan beban lansia Bandarlampung.
“Kalau bisa program ini tetap berjalan jangan diberhentikan, karena bagus sekali untuk para lansia di kota ini. Tapi bergantung dengan pusat,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Bandarlampung, Sriwati, Selasa (20/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, pihaknya menerangkan selama masa uji program permakan yang diujikan selama 1 bulan pada tahun 2022, para lansia Kota Bandarlampung sangat terbantu atas adanya program permakan tersebut.
“Karena masa uji coba program telah berakhir, Jum’at kemarin ada dari perwakilan Direktorat Rehabilitasi Sosial lanjut Usia dan Mabes Polri untuk melakukan supervisi, monitoring dan evaluasi program permakanan bagi lansia,” jelasnya.
Ia menambahkan, tidak hanya pihaknya saja yang menginginkan program permakan untuk lansia ini dilanjutkan akan tetapi dari Pokok Masyarakat (Pokmas) dan para lansia turut menginginkan program ini tetap lanjut.
“Jadi tahun ini dievaluasi, dari hasil tanya jawab dengan tim Kemensos RI. Pokmas mengharapkan pada tahun 2023 program permakan tetap berlanjut dan anggarannya ditambah,” tambahnya.
Ia pun meminta kuota penerima bantuan permakan dapat ditambah oleh Kemensos RI lantaran masih banyak lansia Bandarlampung yang turut membutuhkan saluran program permakan.
“Untuk di kota Bandarlampung ada 99 lansia yang dapat bantuan ini, mereka ini datanya diambil diambil dari DTKS sementara data di DTKS itu terbatas dengan usia 80 tahun ke atas. Padahal lansia tunggal di sini banyak terutama yang berusia 80 tahun bahkan ada yang tidak punya keluarga,” pungkasnya.
Diketahui, dari program permakan besutan Kemensos RI ini, para lansia Bandarlampung yang terdata DTKS menerima bantuan Permakan setiap hari sebesar Rp 21.000. (Luki)








