Bandarlampung (Netizenku.com): Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berlokasi di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung mengalami erupsi sebanyak 12 kali.
Ketua Pos Pantau GAK, Andi Suadi, mengatakan kegiatan erupsi GAK yang menyemburkan abu tebal sampai setinggi 700 meter itu, merupakan kegiatan lazim GAK dalam memperbaiki tubuh gunung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kan setelah longsor gunung memendek, jadi prosesnya GAK mengumpulkan energi kemudian mengeluarkan energi berupa erupsi. Hasil erupsi itu menumpuk terus sampai gunung tersebut meninggi kembali,” ujarnya saat diwawancarai melalui telepon Whatsapp, Jum’at (16/12).
Kendati erupsi GAK merupakan kegiatan lumrah pada gunung, ia menghimbau masyarakat tidak terlebih dahulu mendekati GAK sampai gunung tenang kembali.
“Saat ini status GAK masih siaga level 3. Jadi selama GAK masih berstatus siaga level 3, kami menghimbau kepada masyarakat tidak mendekati gunung sampai radius 5 KM,” terangnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan untuk tetap tenang dan tidak panik meskipun GAK tengah mengalami erupsi sebanyak 12 kali.
“Aman tidak masalah, letusannya juga jatuh di tubuh gunung itu lagi. Saat ini ketinggian Gak 157 terakhir pada saat terjadi longsor setinggi 110,” pungkasnya. (Luki)








