Pringsewu (Netizenku.com): Wakil Presiden Republik Indonesia, KH.Ma\’ruf Amin, meninjau Bendungan Way Sekampung Pringsewu, Senin (22/3).
Peninjauan tersebut untuk mengetahui sejauh mana progres pembangunan bendungan yang merupakan salah satu proyek strategis nasional, yang juga bagian dari rangkaian kunjungan kerjanya ke Provinsi Lampung. Sebelumnya, wapres meninjau kegiatan vaksinasi di lingkungan Pemprov Lampung.
Wapres didampingi pejabat Kementerian PUPR dan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, disambut dan diterima oleh Bupati Pringsewu, Sujadi, dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung serta dari PT PP dan PT Waskita Karya, selaku pelaksana proyek pembangunan Bendungan Way Sekampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada kesempatan itu, Arinal tampak berdialog serius dengan Wapres dan Dirjen SDA, Jarot Widyoko, terkait pentingnya pembangunan bendungan bagi pertanian.
Seperti diketahui, Bendungan Way Sekampung memiliki kapasitas tampung 68 juta meter kubik per detik yang akan dimanfaatkan untuk penyediaan air irigasi sebesar 55.373 hektar. Selain itu, air irigasi untuk ekstensifikasi berupa pengembangan daerah irigasi rumbia extension dengan potensi luas 17.334 hektare
Manfaat lain Bendungan Way Sekampung adalah sebagai penyedia air baku sebesar 2.482 liter per detik untuk Kota Bandarlampung, Branti, Kota Metro. Kemudian, mereduksi banjir sebesar 185 meter kubik per detik dan berpotensi sebagai sumber Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) sebesar 5,4 megawatt (MW).
Selain Bendungan Way Sekampung, Kementerian PUPR juga membangun Bendungan Margatiga. Pembangunan Bendungan Margatiga dilakukan untuk meningkatkan kapasitas jaringan irigasi dari aliran Sungai Way Sekampung agar terintegrasi dengan Bendungan Way Sekampung.
Sementara itu, secara terpisah, seusai acara kunjungan kerja wapres, Sujadi kepada pers mengatakan, kendati pun Pringsewu tidak mendapatkan manfaat secara langsung air irigasi untuk pertanian, tapi Pringsewu mendapatkan manfaat dari air baku, di mana Pringsewu juga sangat membutuhkan air baku tersebut, serta pariwisata.
Sedangkan, untuk irigasi pertanian, nantinya setelah melalui kajian-kajian yang komprehensif, akan dibuat bendungan-bendungan kecil untuk mengairi areal pertanian di Pringsewu. (Rz/len)








