UIN Chaos, Pemira Jadi Kancah Adu Jotos

Redaksi

Rabu, 28 November 2018 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Pemilihan Mahasiswa Raya (PEMIRA) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan, Lampung, pada Rabu (28/11) diwarnai tawuran antar mahasiswa.

Berdasarkan pantauan dilapangan, maraknya provokasi saat proses pencoblosan berlangsung mengakibatkan bentrok dan menelan banyak korban, seperti pecah kepala, pecah bibir, patah gigi, dan memar-memar pada wajah dan kaki.

\"\"

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”Provokasi dari salah satu tim pemenangan yang tidak terima dengan banyaknya pemilih dari pihak lawan yang sudah mengantri terlebih dahulu, sehingga mereka melakukan perlawanan dalam bentuk perusakan infrastruktur pemilihan, baik tenda, kotak suara, bahkan merusak  surat suara yang ada dalam 3 kotak suara tersebut. Tujuannya agar Pemira gagal\”, papar Agung yang menjadi saksi mata dilokasi.

Baca Juga  3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

Pemira damai yang diharapkan oleh seluruh civitas akademika pun dipaksa pupus. Chaos yang pada awalnya terjadi di Fakultas Tarbiyah, meluas hingga ke seluruh fakultas. Untuk meminimalisir terjadinya chaos, penyelenggara akhirnya menginstruksikan agar pencoblosan dihentikan hingga waktu yang belum ditentukan.

Tak Ingin Interpensi

Menanggapi kejadian ini, Rektor UIN Raden Intan Lampung, Moh Mukri saat dihubungi Netizenku.com mengatakan, terjadi cekcok antar mahasiswa saat pelaksanaan Pemira adalah hal yang biasa. Ia mengatakan itu adalah bagian dari dinamika politik kampus. \”Saya lihat ada yang demo juga di depan rektorat sampai bakar ban, itu tidak masalah, itu adalah bagian dari cara mereka berekspresi,\” kata dia.

Baca Juga  Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung

Terkait proses pelaksaan pemira yang terganggu karena chaos, Moh Mukri yang juga berstatus Ketua Tanfidziah PWNU Lampung ini menjelaskan, pihaknya akan memanggil panitia penyelenggara untuk dimintai keterangannya.
\”Regulasinya sudah ada, aturan dan tata tertib, panitia bahkan calon, semua berasal dari mahasiswa, kami tak ingin menginterpensi, namun tetap prosesnya dalam pengawalan pihak birokrasi kampus,\” ungkapnya. (Aby)

Baca Juga  Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas

Berita Terkait

Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas
Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung
Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS
3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama
Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:31 WIB

Buron Setahun, Pelaku Penggelapan Kendaraan Ditangkap di Banten

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:26 WIB

Mahasiswa Pascasarjana UMPRI Gelar Seminar Digitalisasi Pembelajaran

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:36 WIB

Aipda Triyoto Tutup Usia, Ribuan Pelayat Hadiri Pemakaman

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:20 WIB

Bupati Pringsewu Temui Menteri KKP, Siapkan Strategi Modernisasi Perikanan dan UMKM

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:15 WIB

Maling Mobil di Pringsewu Resmi Diserahkan ke Jaksa, Terancam 9 Tahun Penjara

Senin, 4 Mei 2026 - 12:04 WIB

Pemkab Pringsewu Peringati Hardiknas 2026, Tegaskan Komitmen Pendidikan Bermutu

Kamis, 30 April 2026 - 19:45 WIB

Kabupaten Pringsewu Raih Penghargaan dari Bank Indonesia

Rabu, 29 April 2026 - 23:13 WIB

Bupati Pringsewu Salurkan Bantuan ATENSI Rp892 Juta

Berita Terbaru

Celoteh

Bunda Eva (Memang) Bukan Margaret Thatcher

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:53 WIB